Jejak Smart Money: Cari Saham Tersembunyi di Tengah Koreksi IHSG

Papan Skor di Bursa Efek Indonesia pada 13 Februari 2026

JAKARTA – Pada tanggal 13 Februari 2026, papan skor di Bursa Efek Indonesia (BEI) terlihat seperti medan laga yang penuh dengan ketegangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 53,08 poin, turun ke level 8.212,27.

Penurunan ini dipicu oleh arus modal yang keluar dari aset berisiko. Meskipun IHSG menunjukkan penurunan signifikan, pasar masih menunjukkan tanda-tanda kekuatan melalui likuiditas total sebesar Rp 24,33 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa meski harga turun, ada pergantian kepemilikan aset yang sangat besar.

Distribusi Brutal di Saham Blue Chip

Di barisan depan, saham-saham blue chip menjadi sasaran utama. Salah satu contohnya adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang mengalami tekanan jual dari investor asing dengan volume net sell mencapai 179,9 juta saham.

Indikator Closing Strength Index (CSI) BBCA menyentuh level 0,00, yang menunjukkan bahwa harga saham tersebut ditutup di titik terendahnya sepanjang hari. Hal ini menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami penurunan, tetapi ada upaya perlawanan dari investor domestik. CSI BBRI mencapai 0,60, yang menunjukkan adanya tarikan naik di menit-menit akhir perdagangan.

Namun, situasi yang lebih baik terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Meskipun ada arus keluar asing, BMRI berhasil mencetak CSI sempurna sebesar 1,00. Ini menunjukkan kekuatan besar dari investor domestik yang memborong saham hingga harga tertutup di titik tertingginya.

Jejak Kaki Smart Money di Mid-Small Caps

Di kasta menengah, terdapat indikasi aktivitas pemodal besar atau “Smart Money” yang sedang mengumpulkan saham-saham potensial. Contohnya adalah PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), yang memiliki rata-rata nilai transaksi (ticket size) sebesar Rp 66,12 juta per transaksi, jauh lebih tinggi dari rata-rata pelaku pasar ritel. Dengan CSI sebesar 1,00, ini menunjukkan adanya akumulasi bersih oleh pemodal besar.

Sama halnya dengan PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO) dan PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. (BIKE), yang menutup perdagangan dengan CSI 1,00 dan ticket size di atas Rp17 juta. Ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan jejak kaki institusi yang sedang strategis dalam menempatkan dana mereka.

Strategi Serok Bawah: Menampung Saat Darah Mengalir

Di sudut lain pasar, muncul fenomena falling accumulation, di mana harga saham turun namun kantong asing justru melebar untuk menampung. Emiten seperti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) dan PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) menunjukkan anomali ini. PWON terkoreksi 4 poin, namun asing justru membeli 11,5 juta saham. Begitu juga dengan PT MD Entertainment Tbk. (FILM), yang meski harganya turun 75 poin, tetap menjadi incaran asing dengan akumulasi 5,75 juta saham.

Namun, rendahnya CSI pada saham-saham ini (di bawah 0,7) menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya reda.

Penjelasan Istilah

Ticket Size: Ticket size adalah rata-rata nilai uang yang dikeluarkan dalam setiap satu kali transaksi. Cara menghitungnya adalah dengan membagi total nilai transaksi dengan total frekuensi. Ticket size kecil biasanya didominasi oleh investor ritel, sedangkan ticket size besar menunjukkan adanya investor besar yang masuk dengan dana besar.

CSI (Closing Strength Index): CSI mengukur seberapa kuat harga penutupan sebuah saham dibandingkan dengan rentang harganya sepanjang hari. Jika CSI mendekati 1, maka saham tersebut ditutup di harga tertingginya. Sebaliknya, jika CSI mendekati 0, saham tersebut ditutup di harga terendahnya. CSI 0,5 menunjukkan harga yang ditutup tepat di tengah antara harga tertinggi dan terendah.

Kenapa Penting?

CSI membantu kita melihat psikologi pasar. Jika sebuah saham memiliki CSI tinggi (misalnya di atas 0,8), maka ini menunjukkan adanya kepercayaan diri tinggi dari pelaku pasar terhadap saham tersebut. Mereka percaya bahwa harga akan naik pada hari berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *