Keluarga Korban Mutilasi Dalam Koper di Brebes Minta Pelaku Dihukum Mati

Mutilasi Dalam Koper
Keluarga dari Sapri korban pembunuhan dan mutilasi dalam koper meminta pelaku Rokib mendapat hukuman mati lantaran tindakan pelaku sangat keji, di kediamannya di Desa Pende, Banjarharjo, Brebes. (Foto: Istimewa)

Sementara anak kedua korban, Kartini menjelaskan sosok ayahnya sangat perhatian dan sayang sama anak-anaknya. Termasuk sama cucu-cucunya.

Almarhum yang juga menjabat sebagai Ketua RW 02 Desa Pende Kecamatan Banjarharjo, memiliki hubungan yang baik dengan tetangga maupun orang lain. Termasuk dikenal suka menolong orang lain.

“Sering orang datang ke rumah, mau meminjam beras dikasih, orang pinjam uang juga dikasih termasuk dengan tersangka yang beberapa kali pinjam uang, padahal tersangka hanya tetangga desa,” kata Kartini.

Kartini mengungkapkan, pihak keluarga tidak mengetahui hubungan antara ayahnya dengan tersangka. Setahu keluarga, hanya mengetahui tersangka Rokib sering pinjam uang.

Sebelum mengetahui ayahnya dibunuh dan dimutilasi serta jasadnya dimasukkan ke dalam koper, ayahnya sempat berpamitan ke ibunya. Korban akan pergi ke rumah yang ditempati Rokib di Desa Sukareja dengan membawa uang Rp 20 juta.

“Namun hingga pagi hari bapak saya belum pulang dan ibu berinisiatif mencari. Namun, sesampainya di rumah Rokib, tidak menemukan ayah. Tetangga hanya bilang Rokib baru saja pergi menggunakan sepeda motor,” kata Kartini.

Pihak keluarga curiga Sapri jadi korban pembunuhan, setelah warga geger ada penemuan mayat di rumah yang ditempati Rokib dengan cara dimasukkan ke dalam koper.

“Kami pihak keluarga akhirnya menanyakan ciri-ciri korban ke polisi yang ternyata sama dengan ciri-ciri bapak saya. Baru setelah otopsi di RSUD, kami baru memastikan bahwa jasad itu adalah ayah,” ungkap Kartini.

Kepala Desa Sukareja Taram menegaskan, bahwa rumah yang ditempati Rokib adalah milik warga Daniati yang saat ini bekerja sebagai TKW di Hongkong.

Sementara Rokib sendiri merupakan paman dari pemilik rumah dan selama ini hanya ditugasi menjaga rumah Daniati.

“Kalau yang bersangkutan itu tidak punya tempat tinggal. Di sini tinggal di orangtuanya Sedangkan istrinya tinggal di Majalengka, Jawa Barat,” pungkas Taram.