Mbah Tarjo Tukang Becak di Brebes, Rutin Ngaji saat Tunggu Penumpang – Khatam Al-Quran Tiap Minggu

Mbah Tarjo Tukang Becak di Brebes
Mbah Tarjo tengah mengaji saat mangkal di depan SMAN 2 Brebes sambil menunggu penumpang becak. (Foto: Istimewa)

“Rejeki pasti selalu ada,” demikian yang selalu diyakini Mbah Tarjo, seorang kakek yang menginjak usia 78 tahun di Kabupaten Brebes. Di tengah maraknya, pengemudi ojek online, ia bertahan mengayuh becak untuk mengantar penumpang. Seperti apa kisahnya?

BREBES – Sembari menunggu penumpang, Mbah Tarjo selalu mengisi waktu kosong dengan membaca Al-Qur’an. Kebiasaan ini ia lakukan sejak puluhan tahun lalu, saat Mbah Tarjo mulai menjadi tukang becak di Jakarta.

Sejak Covid-19, Mbah Tarjo pulang kampung ke Desa Margaayu Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Tak ingin merepotkan kedua anaknya yang telah berumah tangga, ia akhirnya mengais rejeki di Kabupaten Brebes.

Saban hari, ia mangkal di depan SMAN 2 Brebes, untuk menunggu penumpang. Di tengah waktu menunggu penumpang, ia selalu membaca Al-Qur’an dan selalu khatam dalam satu minggu. Sebulan, kakek ini bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak empat kali.

Kakek ini mengaku, kini dirinya tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

Ia tinggal sendirian di rumah kontrakan yang ia bayar Rp 500 ribu per bulan. Meski tak sering mendapat penumpang, ia mengaku mampu membayar uang sewa kontrakan tersebut.

“Kalau rejeki pasti selalu ada. Kadang ngantar anak sekolah. Penumpang pasti ada lah. Jadi tukang becak itu di Jakarta mulai jamannya Pak Karno (Presiden Soekarno),” katanya, ditemui di tempat pangkalannya, Jumat 28 Februari 2025.