BREBES – Suasana ngabuburit di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pasa Senin (16/3/2026), terasa berbeda. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memilih menghabiskan waktu jelang berbuka dengan duduk santai bersama warga.
Tak ada sekat, tak pula seremoni berlebihan. Paramitha hadir, menyapa, lalu mendengarkan. Warga pun memanfaatkan momen itu untuk berbincang langsung, menyampaikan keluhan hingga harapan mereka.
“Alhamdulillah bisa ngabuburit bareng,” ujar Paramitha membuka sambutannya.
Bagi warga Salem yang letaknya cukup jauh dari pusat kabupaten, kehadiran orang nomor satu di Brebes menjadi momen langka. Tak sedikit yang mengaku baru kali ini bisa berbicara langsung dengan bupati.
Dalam obrolan sederhana itu, berbagai cerita mengalir. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga keinginan sederhana untuk didengar.
Suasana hangat terasa, seolah menghapus jarak antara pemimpin dan masyarakat.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi.
Bukan sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan aspirasi secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, bantuan dari PMI juga disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tak hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan kemauan untuk mendengar langsung suara masyarakat.












