Warim menyebut, sebelum mendapat kiriman kayu, ada berbagai jenis ikan air tawar yang juga terdampar di kawasan pantai. “Kemarin banyak ikan nila, mati tapi masih segar. Kemudian potongan pipa dari saluran air di Guci,” kata Warim.
Warim dan warga lainnya menduga, jika gelondongan kayu bermacam jenis merupakan sisa-sisa hasil penebangan hutan untuk alih fungsi lahan.
“Di sisi lain ada saudara kita yang kena musibah yang mungkin akibat penebangan alih fungsi hutan. Di sisi lain ada yang dapat berkah. Yang pasti kami turut berbela sungkawa semoga tidak kejadian lagi banjir,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang di lereng Gunung Slamet tepatnya di kawasan obyek wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengakibatkan kerusakan sangat parah, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Kawasan Wisata Guci Tegal Banjir Bandang, 3 Jembatan Putus, Sejumlah Wahana Pemandian Hancur
Tiga taman wisata (TWA) mengalami rusak parah akibat luapan Sungai Gung Guci, yaitu TWA Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Panas Barokah.
Tidak hanya itu, tiga jembatan vital juga putus total, yaitu Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, dan jembatan gantung di Pancuran 5.
Tak hanya banjir bandang, longsor di sejumlah titik juga terjadi setelah hujan deras intensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026) pagi.
Air bah berwarna coklat pekat mengalir deras dari hulu Gunung Slamet membawa material lumpur, pasir, hingga ranting-ranting kayu.
Aliran banjir memutus tiga jembatan vital di kawasan wisata Guci: Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, dan jembatan gantung di Pancuran 5.
Baca Juga: Pasca Banjir Bandang, Pemkab Tegal Gratiskan Tiket Masuk Kawasan Wisata Guci
Ketiganya merupakan akses utama penghubung antarobyek wisata dan menuju ke Desa Guci.
Menurut Taufik, warga RT 04, RW 02 Desa Guci, debit air meningkat drastis secara tiba-tiba pada Jumat (23/1/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Suara gemuruh dari arah hulu sungai terdengar sebelum banjir bandang menerjang kawasan wisata.












