Tegaskan PDIP Tetap Solid
Cahrudin juga menegaskan kesolidan internal partai menyambut Pemilu 2029 mendatang menjadi hal penting yang harus diutamakan.
“Kita tidak memperuncing persoalan. Intinya kita fokus ke pemenangan. Kalau memang (Ketua DPRD) harus diganti, ya nanti alasanya ada. Tolong jangan diplintar plintir kalimatnya,” kata Cahrudin.
Di sisi lain, partainya harus solid, apalagi Brebes juga merupakan salah satu kandang Banteng di Jawa Tengah yang dikabarkan akan direbut oleh partai politik lain.
“Menuju 2029 dimana ada partai lain yang mengatakan akan merebut kandang banteng menjadi kandang gajah. Sah-sah saja sebagai kalimat, tapi kami selaku kader PDI-P akan mempertahankan,” kata Cahrudin.
Cahrudin juga menanggapi pemberitaan adanya gerakan kader dan simpatisan yang melakukan eksodus ke partai lain. Menurut Cahrudin, gerakan itu dipelopori oleh salah satu kader yang bukan militan di PDIP, yang ingin membuat suasana gaduh pasca pergantian struktur partai.
“Saya pikir kita semua tahu. Siapa itu penggeraknya. Dia itu bukan orang PDIP yang sebenarnya. Hari ini (dia) PDIP, besok lusa PKB, besok lagi Demokrat. Ya itu dinamika politik saja. Kami tidak menganggap itu hal penting. Karena warga Brebes tahu siapa dia,” pungkas Cahrudin.
Baca Juga: Kecewa dengan Pengurus Baru DPC, Kader Potensial PDIP Brebes Mundur
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus dan kader PDI-P di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ramai-ramai mengundurkan diri dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke kantor DPC PDIP Brebes, Sabtu (10/1/2026).
Langkah itu diambil sebagai bentuk kekecewaan atas penetapan Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025–2030 yang dianggap tidak mendengarkan aspirasi akar rumput. Keputusan itu diambil bertepatan dengan hari jadi PDIP ke-53 tahun yang jatuh 10 Januari 2026.
Selain puluhan kader dan pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan pengurus anak ranting (PAR) dari kecamatan Bulakamba dan Bumiayu, pengunduran diri juga dilakukan kader partai yang tergabung dalam Komunitas Juang yang merupakan badan otonom di bawah PDIP.
Para kader mengaku kecewa karena Ketua DPC PDIP Brebes yang ditetapkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) atau Dewan Pengurus Daerah (DPD) bukan berasal dari nama-nama yang diusulkan oleh mayoritas PAC.
“Kami kecewa dengan DPP dan DPD karena saat Konfercab putusan tersebut bukan dari berdasarkan nama dalam usulan dari PAC,” kata Dede Nurerozi, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba, di Kantor DPC PDIP Brebes, Sabtu (10/1/2025).












