Prabowo Siap Borong 100 Jembatan Bailey, Ini Kelebihan dan Risikonya

Strategi Pemulihan Bencana dengan Jembatan Bailey

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pertahanan, mengumumkan rencana untuk membeli 100 unit Jembatan Bailey dari luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dalam konferensi pers penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025).

Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk mendukung penanganan bencana yang terjadi di berbagai daerah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pasca banjir bandang dan tanah longsor.

Langkah ini disebut sebagai strategi taktis untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terisolasi akibat bencana alam. Namun, muncul pertanyaan tentang efektivitas dan keunggulan Jembatan Bailey dibandingkan jenis jembatan lainnya.

Kelebihan Jembatan Bailey

Jembatan Bailey adalah jenis jembatan rangka baja ringan portabel yang dapat dirakit tanpa bantuan alat berat besar. Ditemukan oleh Donald Bailey selama Perang Dunia II, struktur ini menjadi legendaris karena sistem knock-down (bongkar pasang) yang sangat efisien. Dari sudut pandang militer dan manajemen bencana, Jembatan Bailey memiliki beberapa keunggulan:

  1. Kecepatan Instalasi yang Luar Biasa

    Dalam kondisi darurat, seperti jembatan utama yang putus akibat banjir atau serangan musuh, kecepatan adalah kunci. Jembatan Bailey dapat dirakit dalam hitungan jam oleh personel terlatih hanya dengan menggunakan perkakas tangan dan tenaga manusia.

  2. Mobilitas Tinggi

    Struktur ini terdiri dari panel-panel standar ringan sehingga mudah diangkut menggunakan truk biasa atau helikopter ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Ini sejalan dengan visi Prabowo untuk memperkuat logistik di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

  3. Kekuatan Struktur Modular

    Meskipun bersifat sementara, Jembatan Bailey mampu menahan beban berat, termasuk kendaraan logistik hingga tank tempur ringan, tergantung pada konfigurasi jumlah panel yang dipasang.

  4. Ekonomis dan Reusable

    Setelah jembatan permanen selesai dibangun, Jembatan Bailey dapat dibongkar kembali dan disimpan untuk digunakan di lokasi bencana lain. Ini menjadikannya aset negara yang sangat efisien secara biaya.

Kekurangan Jembatan Bailey: Apa yang Harus Diantisipasi?

Meskipun tangguh, penggunaan Jembatan Bailey bukan tanpa celah. Ada beberapa keterbatasan teknis yang harus dipahami:

  1. Batasan Bentang Panjang

    Jembatan Bailey memiliki batas bentang maksimal tanpa pilar penyangga tengah. Jika sungai atau celah terlalu lebar, stabilitas struktur akan menurun drastis kecuali didukung oleh pilar tambahan yang pembangunannya memakan waktu lebih lama.

  2. Kecepatan Kendaraan Terbatas

    Karena strukturnya yang menggunakan sambungan baut dan pin, permukaan jembatan biasanya tidak semulus aspal permanen. Kendaraan yang melintas harus membatasi kecepatan untuk menghindari getaran berlebih yang dapat melonggarkan sambungan.

  3. Perawatan yang Intensif

    Sebagai struktur baja yang terpapar cuaca ekstrem, risiko korosi sangat tinggi. Dibutuhkan pemeriksaan rutin pada bagian sendi dan baut untuk memastikan keamanan tetap terjaga, terutama jika digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Jembatan Bailey vs. Jembatan Permanen

Berikut perbandingan antara Jembatan Bailey dan Jembatan Permanen (Beton):

  • Jembatan Bailey
  • Masa konstruksi: 1-3 hari
  • Alat berat: minimal, dan bisa dikerjakan secara manual
  • Daya tahan: 5-10 tahun
  • Biaya: lebih murah
  • Mobilitas: bisa dipindah-pindah

  • Jembatan Permanen (Beton)

  • Masa konstruksi: 6-12 Bulan
  • Alat berat: wajib seperti crane dan excavator
  • Daya tahan: permanen lebih dari 50 tahun
  • Biaya: sangat mahal
  • Mobilitas: statis