Ragam  

Primbon Jawa: Arti Kelahiran 1 Januari 2003 dalam Wuku dan Weton

Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 1 Januari 2003

JAKARTA – Primbon Jawa memiliki makna yang kaya akan makna dan nilai-nilai kearifan lokal yang dipercaya oleh masyarakat Jawa maupun luar Pulau Jawa.

Primbon tidak hanya berupa ramalan, tetapi juga menjadi panduan dalam memahami hubungan antara manusia dengan alam semesta. Dalam Primbon Jawa, setiap kelahiran memiliki arti tersendiri yang bisa dilihat melalui perhitungan wuku dan weton.

Bagi seseorang yang lahir pada tanggal 1 Januari 2003, maka memiliki makna khusus dalam primbon. Tanggal tersebut memiliki beberapa perhitungan yang menggambarkan karakter, pergaulan, harta, jodoh, serta kecocokan dalam pekerjaan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Weton dan Watak

Tanggal Masehi: 1 Januari 2003, Rabu Budha

Tanggal Jawa: 27 Syawal 1935, Rebo Pahing

Tanggal Hijriah: 27 Syawal 1423

Berdasarkan weton, yaitu kombinasi antara hari dan pasaran, orang yang lahir pada tanggal ini memiliki sifat-sifat tertentu.

  • Dina (Hari): Rebo

    Sifat yang dominan adalah pendiam, pemomong, dan penyabar. Orang dengan weton ini cenderung tenang dan suka menolong orang lain.

  • Pasaran (Pahing)

    Sifat pahing menunjukkan bahwa orang ini selalu ingin memiliki sesuatu. Ia memiliki kesungguhan dalam merencanakan hal-hal yang ingin dicapai. Meski demikian, ia juga mudah tersinggung dan sering terkena tipuan. Selain itu, ia sangat menjaga kebersihan dan mandiri.

  • Haståwårå/Padewan: Uma

    Memiliki sifat kasih sayang, namun juga rentan mengalami kesulitan atau kesusahan.

  • Sadwårå: Aryang

    Cenderung lupa dan tidak terlalu detail dalam mengingat hal-hal penting.

  • Sångåwårå/Padangon: Jagur

    Sifat seperti harimau, yaitu galak, waspada, serta kuat.

  • Saptåwårå/Pancasuda: Wasesa Segara

    Sifat pemaaf dan suka menolong orang lain.

  • Rakam: Sanggar Waringin

    Menunjukkan sifat tenang dan suka melindungi orang sekitar.

  • Paarasan: Lakuning Banyu

    Sifat yang tenang, murah hati, serta mudah mendapatkan rezeki.

Wuku dan Artinya

Wuku juga menjadi salah satu faktor penting dalam Primbon Jawa. Setiap wuku memiliki makna dan sifat yang berkaitan dengan kehidupan seseorang.

  • Dewa Bumi: Bethara Wisnu

    Menggambarkan bahwa orang ini memiliki sifat baik dan tulus.

  • Pohonnya Parijatha: Cekatan tetapi nakal

    Orang ini cenderung cepat tanggap, tetapi juga bisa bersikap nakal atau mengganggu orang lain.

  • Burungnya Sepahan: Selalu prihatin

    Sifat yang penuh perhatian terhadap lingkungan sekitar.

  • Kuruwelut air jernih di dalam pasu / jembangan: Hatinya dipenuhi perasaan selamat

    Orang ini biasanya tenang dan merasa aman dalam hidupnya.

  • Aralnya: Terkena peluru

    Menggambarkan bahwa ada risiko atau tantangan dalam hidupnya.

  • Sedekah / sesaji: Kambing tujah atau topong

    Mengandung makna bahwa sedekah atau pengorbanan bisa membawa keberuntungan.

  • Do’anya: Selamat kabulna, slawatnya: Uang senilai satu gram emas

    Doa yang dimaksudkan untuk mendapatkan perlindungan dan keberhasilan.

  • Kala Jaya Bumi: Ada di atas menghadap ke bawah

    Menggambarkan posisi atau keadaan yang stabil.

  • Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari memanjat

    Sebagai petunjuk agar tidak melakukan aktivitas tertentu selama masa wuku ini.

  • Kuruwelut ibarat pohon kapas kekeringan: Lemah dan sakit-sakitan

    Menunjukkan bahwa kondisi fisik mungkin rentan terhadap gangguan kesehatan.

  • Wuku Kuruwelut baik untuk melihat-lihat calon mantu, merencanakan membuat atau memperbaiki rumah

    Mengandung makna bahwa waktu ini cocok untuk menentukan masa depan dalam hal percintaan atau properti.

  • Tidak baik untuk bepergian, memperbaiki apa saja, mengobati penyakit, menanam jujutan (tanaman sejenis jagung)

    Petunjuk bahwa ada aktivitas yang sebaiknya dihindari selama masa wuku ini.

Ramalan Primbon Jawa ini memberikan wawasan tentang karakter, nasib, dan perjalanan hidup seseorang. Meskipun hanya ramalan, banyak orang yang mempercayai nilai-nilai tradisional ini sebagai acuan dalam menjalani kehidupan.

Tetaplah bijak dalam menyikapi informasi ini dan jadikan sebagai referensi tambahan untuk lebih memahami diri sendiri.