Ramalan Harga Emas Terkini dari JP Morgan dan Macquarie

Emas Kembali Naik, Analis Optimistis Harga akan Terus Meningkat

JAKARTA – Harga emas spot kembali berada di kisaran US$5.100 per ons, menggerakkan kembali optimisme para analis dan pelaku pasar terhadap prospek harga emas sepanjang tahun ini.

Berbagai lembaga keuangan seperti JP Morgan hingga Macquarie telah menaikkan target harga emas mereka, mencerminkan keyakinan bahwa permintaan akan terus meningkat.

Pada Senin (23/2/2026) pukul 14:25 WIB, harga emas naik sebesar 0,5% menjadi US$5.134,16 per ons. Sementara itu, harga perak juga mengalami kenaikan sebesar 1,4% menjadi US$85,81 per ons. Namun, harga platinum dan paladium tetap stabil, menunjukkan ketahanan pada pasar logam mulia lainnya.

JP Morgan, salah satu bank besar yang aktif dalam prediksi pasar, baru-baru ini menaikkan target harga emas untuk tahun ini menjadi US$6.300 per ons. Pendorong utama dari peningkatan ini adalah pembelian emas oleh sektor resmi yang lebih kuat dari perkiraan awal.

Bank sentral dunia diketahui membeli sekitar 230 ton emas pada kuartal IV/2025, sehingga total pembelian untuk tahun 2025 mencapai sekitar 863 ton. Hal ini terjadi meskipun harga emas sempat melampaui level US$4.000 per ons.

Dalam laporan terbarunya, JP Morgan memperkirakan bahwa permintaan dari bank sentral pada 2026 bisa mencapai sekitar 800 ton. Ini menunjukkan bahwa diversifikasi cadangan negara-negara tersebut masih akan terus berlangsung.

Menurut Gregory Shearer, kepala tim analis di JP Morgan, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang dinamis dan multifaset. Permintaan dari investor terbukti lebih kuat dari ekspektasi sebelumnya.

“Kami sekarang memperkirakan permintaan yang cukup dari bank sentral dan investor tahun ini untuk akhirnya mendorong harga emas hingga US$6.300 per ons pada akhir 2026,” ujarnya.

Sementara itu, untuk logam perak, tim analis JP Morgan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Pasca lonjakan dramatis dan penurunan berikutnya, mereka khawatir tentang potensi guncangan yang lebih dalam pada harga perak dibandingkan emas dalam jangka pendek. Meski demikian, mereka tetap melihat harga dasar rata-rata perak berkisar antara US$75 hingga US$80 per ons, dengan margin kesalahan yang tinggi.

Di sisi lain, Macquarie Group memberikan prediksi yang lebih konservatif. Meskipun begitu, mereka juga menaikkan perkiraan harga emas untuk kuartal pertama dan kedua serta seluruh tahun 2026.

Perkiraan harga emas rata-rata untuk kuartal pertama 2026 dinaikkan menjadi US$4.590 per ons, naik dari US$4.300 sebelumnya. Untuk kuartal kedua, angka tersebut dinaikkan menjadi US$4.300 dari US$4.200.

Macquarie juga meningkatkan perkiraan harga emas rata-rata tahun 2026 menjadi US$4.323 per ons, dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya US$4.225. Prediksi ini menunjukkan bahwa meskipun tidak sebesar JP Morgan, Macquarie tetap optimis terhadap prospek emas di tengah fluktuasi pasar global.

Dengan berbagai proyeksi dari lembaga keuangan ternama, tampaknya harga emas akan terus menjadi fokus utama bagi investor dan pelaku pasar. Dengan kondisi ekonomi yang terus berubah, emas tetap menjadi aset yang menarik untuk diversifikasi portofolio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *