Siswa di Losari Brebes Muntah dan Diare usai Santap Ayam MBG Busuk dan Nasi Bau

BREBES – Puluhan siswa SD Negeri Kecipir 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes melakukan protes menu makan bergizi gratis (MBG) yang basi dan berbau busuk. Protes siswa ini pun terekam dalam video dan viral di media sosial. Mereka pun menolak menu MBG yang dibagikan pada Rabu (1/4/2026) kemarin.

Dalam video berdurasi 1 menit 06 detik dan beredar luas di media sosial Facebook ini, para siswa menyebut “ayamnya bacin (busuk), dari kemarin basi terus,” demikian teriak siswa dalam video yang dilihat pada Kamis (2/4/2026).

Dalam video itu, salah satu wali murid juga menyebut menu MBG yang dibagikan berberapa kali sudah basi dan sudah ada beberapa siswa yang terlanjur memakannya. Setelah diketahui basi dan bau busuk, para siswa pun menolak menu MBG tersebut dan mengembalikan kepada petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Salah satu orang tua siswa, Warti mengaku dipanggil untuk datang ke sekolah untuk ditanyai terkait kondisi anaknya yang sempat menyantap menu MBG dan harus dilarikan ke dokter. Dia menyebut anaknya muntah dan diare usai menyantap menu basi tersebut.

“Sudah diperiksa ke dokter. Harusnya diinfus tapi anaknya nggak mau. Sudah minum obat, ini tinggal lemesnya. Itu habis makan MBG,” katanya saat ditemui media di SDN Kecipir 01, Kamis (2/4/2026).

Dia melanjutkan, sebagai orang tua siswa, ia menginginkan program MBG bisa diperbaiki. Ia berharap ke depan program MBG bisa menjadi yang terbaik untuk memperbaiki gizi anak-anak. “Kami inginnya diperbaiki biar tidak (keracunan) seperti anak saya,” tambahnya.

Diketahui, menu MBG ayam busuk itu berasal dari SPPG milik Yayasan Abdi Desa Nusantara. Pihak SPPG mengaku sudah menarik semua menu MBG yang berbau busuk usai mendapatkan protes dari siswa dan orang tua siswa. Pihak SPPG juga telah mengajak perwakilan komite sekolah dan beberapa pihak lainnya untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Kepala SPPG Yayasan Abdi Desa Nusantara, Reza mengatakan, menu ayam tepung yang bau disebabkan karena saat bahan baku ayam datang tidak disortir secara baik. Namun ia mengakh bahwa petugas sudah melakukan sortir dan secara kasat mata, kondisi ayam cukup baik.

“Ayam yang bau sudah ada yang dipisahkan, dan sudah ditukar oleh suplayer. Kalau di bagian luar secara kasat mata terlihat baik,” katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya juga sudah menindaklanjuti kejadian yang viral di media sosial itu. Pihaknya, sudah duduk bersama dengan perwakilan komite sekolah, ketua yayasan, mitra SPPG, seluruh staf dan relawan SPPG, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.