Tanah Bergerak di Desa Sridadi Brebes, Seratusan Rumah Warga Rusak

Tanah Bergerak Brebes
Warga menyelematkan material rumah setelah rusak akibat bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. (Foto: Dok. Relawan Bencana Sirampog).

BREBES – Tanah bergerak yang terjadi di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, semakin masif. Sejak pergerakan tanah pertama kali dilaporkan terjadi pada 29 Januari 2026, sudah seratusan rumah mengalami kerusakan saat skala pergerakan tanah lebih besar terjadi pada Minggu (8/2/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes mencatat ada 124 rumah rusak yang didominasi bangunan semi permanen. Rumah itu dihuni 413 jiwa atau 148 kepala keluarga (KK).

“Pergerakan tanah yang terjadi di Dukuh Bojongsari RT 03 dan 04 di RW 03 semakin bertambah parah. Dengan arah longsoran ke barat daya dengan kemiringan kurang lebih 45°,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Losgistik BPBD Brebes Wibowo dalam laporannya, Selasa (10/2/2026).

Wibowo mengungkapkan, pergerakan tanah pada Minggu mengarah ke aliran sungai Kali Keruh yang berada di bawahnya. Di lokasi itu sering terjadinya hujan intensitas tinggi sehingga pergerakan tanah menjadi semakin masif.

Selain merusak seratusan rumah, bencana tanah bergerak dengan skala lebih besar pada Minggu juga membuat jalan desa amblas sepanjang sekitar 700 meter. Termasuk merusak fasilitas publik seperti dua tempat ibadah, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Wibowo mengungkapkan, cuaca ektrim dengan intensitas hujan deras di wilayah bagian Brebes selatan dalam beberapa hari ke belakang diduga memicu pergerakan tanah. “Saat ini sedang dilaksanakan pembongkaran rumah rumah yang kondisinya sudah sangat membahayakan dan dipindah ke tempat yang lebih aman,” kata Wibowo.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo membenarkan, warganya di Bojongsari mulai meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tenda darurat. Jumlahnya mencapai lebih dari seratus orang. “Kondisi pergerakan tanah makin parah warga mengungsi ke tenda,” kata Sudiryo kepada wartawan.

Sudiryo mengungkapkan, bantuan pangan untuk pengungsi telah diterima dari Dinas Sosial (Dinsos) Brebes “Ada bantuan untuk kebutuhan konsumsi pengungsi dari Dinsos Brebes,” ujar Sudiryo.

Pihaknya mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke Pemkab sejak awal kejadian. Berharap ada respons cepat agar ratusan warga terdampak bisa segera mendapatkan perlindungan dan kepastian tempat tinggal yang aman.