“Beliau memberi contoh, bahwa menjadi wakil rakyat bukan soal posisi, tapi tentang hadir dan mendengar,” katanya.
Menjelang azan magrib, suasana kembali hening. Doa dipanjatkan bersama. Dalam diam yang khusyuk, kehilangan terasa semakin nyata, tetapi juga menghadirkan kesadaran, bahwa jejak pengabdian, sekecil apa pun, akan selalu menemukan tempatnya di hati masyarakat.
Teringat Mendiang Sukirso, Bupati Paramitha Bikin Warga Salem Brebes Terdiam
Rekomendasi untuk kamu

Di Jalawastu, kesederhanaan bukanlah keterbatasan. Ia adalah pilihan hidup. Dan lewat Ngasa, masyarakatnya mengajarkan satu…

Distribusi bantuan yang dilakukan menjadi bagian dari program Wareg Sedoyo (Wardoyo), sebuah inisiatif Pemerintah Kabupaten…

Selama acara berlangsung, para tamu disuguhi beragam hidangan khas Lebaran, mulai dari makanan berat hingga…









