Toyota Umumkan Kembalinya Mobil Sport Mid-engine

Kembalinya Toyota MR2 Diperkuat oleh Sinyal Baru

JAKARTA – Toyota kembali menghadirkan isu mengenai kembalinya model sport ikoniknya, MR2. Isu ini semakin kuat setelah pabrikan asal Jepang tersebut memberikan berbagai tanda-tanda bahwa mobil bermesin tengah generasi terbaru sedang dalam pengembangan.

Salah satu sinyal pertama muncul melalui konsep mobil listrik FT-Se yang diperkenalkan pada 2023. Model ini dianggap sebagai wajah masa depan dari MR2 modern. Setahun kemudian, nama MR2 generasi keempat juga muncul dalam sebuah video resmi Toyota. Hal ini diperkuat dengan munculnya prototipe GR Yaris bermesin tengah serta pendaftaran merek dagang MR2 di beberapa negara.

Rangkaian sinyal ini menunjukkan bahwa Toyota masih serius dalam memperluas segmen mobil sport bermesin tengah. Salah satu bukti terkuat datang dari pengembangan mesin baru yang sedang disiapkan oleh pabrikan.

Menurut laporan, Presiden Gazoo Racing Tomoya Takahashi mengungkapkan bahwa Toyota sedang mengembangkan mesin turbo 2.0 liter yang fleksibel untuk dipasang di berbagai posisi, baik di depan, belakang, maupun tengah kendaraan.

Mesin ini akan menggantikan unit turbo 2.4 liter yang saat ini digunakan, dengan performa yang lebih tinggi. Yang menarik, mesin baru ini diklaim mampu memenuhi regulasi emisi Euro 7 tanpa memerlukan teknologi elektrifikasi. Meskipun demikian, Takahashi menegaskan bahwa varian hybrid tetap akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Toyota.

“Jika mesin ini akan digunakan di banyak model, maka integrasi dengan teknologi hybrid menjadi sesuatu yang hampir wajib,” ujar Takahashi.

Dalam hal ukuran, mesin empat silinder terbaru ini memiliki ukuran sekitar 10 persen lebih kecil dibandingkan mesin 2.4 liter. Ukuran yang lebih ringkas ini membuat mesin lebih mudah diadaptasi ke berbagai platform kendaraan.

Takahashi menjelaskan bahwa mesin ini dirancang agar dapat dipasang pada mobil kompak seperti GR Yaris, yang memiliki tantangan teknis lebih kompleks dari sisi pengemasan dan rekayasa.

“Jika bisa diaplikasikan di mobil kecil, maka akan lebih mudah digunakan pada kendaraan yang lebih besar,” katanya.

Meski sinyal pengembangannya semakin jelas, Toyota belum memberikan kepastian mengenai jadwal peluncuran mobil sport bermesin tengah tersebut. Takahashi menyebut bahwa proses pengembangan saat ini masih berada pada tahap awal.

Mengacu pada laporan Automotive News, tim insinyur Toyota baru saja memasuki tahap pertama dari empat fase menuju produksi massal. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar empat hingga lima tahun sebelum sebuah model benar-benar siap dipasarkan.

Dengan adanya pengembangan mesin yang fleksibel dan strategi jangka panjang, Toyota tampaknya sedang bersiap untuk meluncurkan kembali model sport andalannya. Meski tidak ada informasi pasti tentang tanggal peluncuran, isu kembalinya MR2 semakin mengundang antusiasme para penggemar mobil sport.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *