Uji Coba Truk Kontainer Listrik untuk Logistik Rendah Karbon di Indonesia
JAKARTA – Indonesia sedang mengambil langkah penting dalam transisi menuju logistik rendah karbon. Kolaborasi antara Kalista, Toyota Tsusho Indonesia, dan Nusatama telah memulai uji coba truk kontainer listrik berat yang akan digunakan dalam jalur distribusi pelabuhan menuju pusat logistik industri. Proyek ini tidak hanya sebatas demonstrasi teknologi, tetapi juga mencakup pengujian langsung dalam operasional harian selama sekitar tiga minggu.
Uji Coba di Jalur Distribusi Nyata
Truk listrik tersebut akan beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Toyota Tsusho Logistic Center di Cikarang dengan muatan ekspor-impor beragam. Pengujian dilakukan untuk melihat kesiapan model logistik listrik dalam kondisi kerja sesungguhnya, bukan simulasi. Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala, menyampaikan bahwa uji coba ini menjadi langkah nyata bersama Kalista untuk membuktikan bahwa truk kontainer EV dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional logistik harian.
Selama pengujian, berbagai parameter dianalisis, termasuk jarak tempuh, perilaku pengemudi, efisiensi pengisian daya, hingga kontribusi terhadap dekarbonisasi operasional logistik.
Spesifikasi Berat Tapi Tetap Efisien Energi
Unit yang digunakan adalah tractor head listrik Beiben V3 6×4 dengan baterai 423 kWh. Truk ini mampu menempuh hingga sekitar 200 km dalam penggunaan 80 persen serta membawa muatan hingga 100 ton. Pengisian daya dilakukan sekali di tengah perjalanan menggunakan DC charger 320 kWh di depot Narogong. Kombinasi kapasitas baterai besar dan pengisian cepat dirancang agar ritme operasional logistik tidak terganggu.
Direktur Utama Kalista, Albert Aulia Ilyas, menjelaskan bahwa program uji coba ini merupakan salah satu solusi end-to-end yang disediakan untuk memungkinkan customer melakukan penilaian menyeluruh atas implementasi unit di rute operasional nyata.
Fondasi Ekosistem Logistik Rendah Karbon
Proyek ini tidak berhenti pada kendaraan saja. Sistem IoT K-Move dipakai untuk pemantauan real-time performa operasional, sehingga data efisiensi energi dan biaya dapat dianalisis secara akurat. Selain itu, Toyota Tsusho Indonesia juga menjalankan strategi energi bersih melalui skema I-REC guna menekan emisi Scope 3 dalam rantai pasoknya. Kolaborasi ini ditargetkan menjadi model logistik rendah karbon yang dapat direplikasi secara nasional.
Manfaat dan Potensi Masa Depan
Uji coba ini memberikan wawasan penting tentang potensi truk listrik dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi logistik. Dengan adanya inisiatif seperti ini, Indonesia semakin dekat pada tujuan pemerintah untuk menciptakan sistem logistik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain itu, proyek ini juga menunjukkan komitmen perusahaan-perusahaan terkemuka dalam mengadopsi teknologi hijau sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Dengan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi contoh dalam pengembangan logistik rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.
Dalam beberapa tahun ke depan, jika proyek ini berhasil, kemungkinan besar akan ada peningkatan signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik dalam berbagai sektor logistik. Hal ini akan berdampak positif pada pengurangan emisi karbon, penghematan biaya operasional, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.












