BREBES – Banjir bandang yang melanda wilayah selatan Brebes, Jawa Tengah pada Jumat (23/1/2026) lalu tak hanya melanda pemukiman di Desa Adisana, Bumiayu. Di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, kayu gelondongan berdimensi besar terbawa longsoran.
Warga bahkan harus menggunakan gergaji mesin untuk menyingkirkan kayu tersebut agar tidak mengganggu aktivitas. Kasor, aktivis lingkungan Brebes mengatakan, potongan kayu gelondongan tersebut merupakan sisa dari pembangunan geothermal di kawasan Gunung Slamet.
“Itu mungkin sisa PT SAE dulu pas ada pembangunan geothermal, kan pohon besar itu ditebang untuk akses jalan. Mungkin sebagian ada yang terbawa longsoran kemarin. Di petak 24 lereng Gunung slamet itu parah banget, ratusan hektar sudah dialihfungsikan sebagai pertanian,” katanya, Selasa (27/01/2025).
Baca Juga: FOTO: Wisata Kebun Teh Kaligua Brebes Dipenuhi Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang
Merespon adanya potongan kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengolahan Sampah (DLHPS) Brebes, M Sodiq menyebut pihaknya sudah mendapatkan banyak laporan dari para aktivis lingkungan.
“Saya sudah melihat, banyak relawan yang mengirim (gambar/foto). Sepertinya hasil potongan mesin, kelihatannya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata Sodiq, pihaknya akan mengumpulkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) yang beberapa hari lalu wilayahnya terdampak banjir bandang untuk melakukan inventarisir dan diskusi.
“Selain itu kami juga akan mengundang sama yang punya Hutan, Perhutani. Terutama yang punya kewenangan hutan, Dinas Kehutanan Provinsi. Polres, Kodim, BPBD dan para relawan,” terangnya.
Disinggung soal pembalakan liar, Sodiq menyebut, tidak berani menyimpulkan terlalu dini. “Saya belum bisa memastikan ya itu kayu apa, yang jelas kalo kayunya segede gaban gitu usianya ya sudah ada,” pungkasnya.












