SLAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut 863 rumah warga masuk dalam zona merah bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).
Dari jumlah itu, 699 rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan lebat pada Selasa (3/2/2025). Sementara 164 rumah meski dalam kondisi baik, namun penghuninya tetap harus direlokasi lantaran masuk dalam zona rawan bencana susulan.
Sementara itu, sebangak 2.460 jiwa dari 596 Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian. Warga masih bolak-balik ke rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang tersisa termasuk hewan ternak.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin mengatakan kondisi tanah sudah menunjukan stabil lantaran hujan deras sudah tidak turun. “Intensistas hujan sudah mulai ringan. Pergerakan tanah melambat. Warga masih evakuasi barang dan ternak,” kata Afif, Selasa (10/2/2026).
Afif mengatakan, dari 699 rumah rusak, rinciannya 413 rusak berat, 97 rudak sedang, dan 189 rusak ringan. “Sementara 164 rumah kategori masih baik, tetap harus direlokasi. Ada dua dusun jadi zona merah. Apapun kondisi rumahnya harus dievakuasi,” kata Afif.
Afif mengatakan, secara lokasi, struktur tanah Padasari bergelombang dan landai. Meski demikian, pihaknya sudah menemukan lahan Perhutani agar bisa pinjam pakai untuk dibangun hunian sementara (Huntara).
“Kita juga bahas seberapa luas lahan relokasi. Cari lahan datar susah. Secara topografi landai dan bergelombang. Namun kami sudah memilih lokasi di kawasan hutan milik Perhutani izin pinjam untuk dibangun Huntara,” pungkas Afif.
Sebelumnya, bencana tanah bergerak yang merusak ratusan rumah menimbulkan trauma tersendiri bagi warga yang tinggal di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Salah satu pengungsi bernama Nur Halimah (35) menceritakan momentum mencekam saat rumahnya hancur pada Selasa (3/2/2025) malam. “Jam sembilan malam saya keluar karena tembok sudah hancur. Tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa,” kata Nur di tempat pengungsian, Jumat (6/2/2026).
Nur kemudian memilih keluar rumah dan tinggal di tenda pengungsian bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun. Dia berharap pemerintah segera memberikan tempat tinggal yang layak di lokasi yang jauh dari area perbukitan untuk menghapus trauma keluarganya.
Beranda
Headline
Zona Merah, 863 Rumah di Lokasi Bencana Tanah Gerak di Padasari Tegal Harus Direlokasi
Zona Merah, 863 Rumah di Lokasi Bencana Tanah Gerak di Padasari Tegal Harus Direlokasi
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Tanah bergerak yang terjadi di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes,…

BREBES – Tanah bergerak terus meluas di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes….

SLAWI – Bencana tanah bergerak hingga merusak ratusan rumah menimbulkan trauma tersendiri bagi warga yang…

SLAWI – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa…

SLAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah mencatat sebanyak 464 rumah mengalami kerusakan akibat…







