Angka ini naik dari tahun 2021 yang ada di angka 26,3 persen. Namun, berdasarkan survei kesehatan Indonesia prevalensi stunting Kabupaten Brebes tahun 2024 adalah 21,5 persen.
“Kabupaten Brebes bisa menurunkan angka stunting tercepat se Jawa Tengah hingga 7,5 Persen, hingga sampai dengan saat ini posisi angka stunting Brebes masih di angka 21,5 persen,” ucap Djoko.
Tahun ini kita target bisa turun menjadi 14 persen. Kita berharap betul dengan program ini stunting bisa ditangani lebih baik,” lanjut Djoko.
Sementara itu, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf. Sapto Broto mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan pada program makan sehat bergizi yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dia menyebut bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa TK sampai SMA, namun ibu hamil dan ibu menyusui untuk menyelesaikan masalah stunting.
“Di Kabupaten Brebes ini ada sekitar 500 ribu pelajar dari tingkat TK sampai SMA. Untuk ke depannya mereka akan menjadi sasaran program ini. Untuk tahun ini, tahap pertama ini adalah 3000 anak sekolah di Kecamatan Songgom,” kata Dandim.












