Bangkitkan Mimpi Anak Indonesia, “Pelangi di Mars” Hadirkan Petualangan Sci-Fi di Lebaran 2026

Pelangi di Mars
Cuplikan film fiksi ilmiah, Pelangi di Mars. (Foto: Istimewa)

TEGAL – Film keluarga bertema fiksi ilmiah Pelangi di Mars hadir bukan sekadar hiburan Lebaran, tetapi juga membawa misi besar: membangkitkan mimpi dan imajinasi anak-anak Indonesia.

Disutradarai oleh Upie Guava, film ini merupakan hasil perjalanan panjang lebih dari lima tahun sejak pertama kali digagas pada 2020. Proyek tersebut lahir dari keresahan akan minimnya tokoh dan cerita fiksi ilmiah lokal yang mampu menginspirasi generasi muda Tanah Air.

Upie mengungkapkan, Pelangi di Mars terinspirasi dari karya-karya sci-fi dunia yang selama ini mendominasi layar lebar. Namun, ia ingin menghadirkan versi Indonesia yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak di dalam negeri.

“Saya ingin, dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa berpikir bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit dan mampu menggapainya,” ujar Upie.

Film ini mengangkat kisah Pelangi, seorang anak yang diceritakan sebagai manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Karakter tersebut menjadi simbol harapan, keberanian, dan kegigihan anak Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan besar, bahkan hingga upaya menyelamatkan dunia.

Di balik pesan kuat yang diusung, film ini juga menjadi bukti kemajuan industri kreatif nasional. Produser Dendi Reynando menyebut proses produksinya melibatkan ratusan talenta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” kata Dendi.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi XR (Extended Reality) menghadirkan visual spektakuler yang masih jarang ditemui dalam film anak Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa karya lokal mampu bersaing di level global.

Sementara itu, Upie menegaskan bahwa film ini merupakan hasil kerja kolektif dari banyak pihak yang terlibat.

“Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artist, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan semua yang percaya akan kekuatan mimpi,” tuturnya.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures, Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, dan menjadi salah satu pilihan utama tontonan keluarga di momen Lebaran tahun ini.