Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak di Pasar Induk Kramat Jati Saat Awal Ramadhan 2026

Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati

JAKARTA – Di awal Ramadhan 1447 Hijriah, harga dua komoditas pangan utama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yakni cabai merah besar dan bawang merah, mengalami kenaikan signifikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang maupun konsumen, terutama karena kedua bahan pokok ini sangat dibutuhkan dalam berbagai masakan sehari-hari.

Kenaikan Harga Cabai Merah Besar

Salah satu pedagang cabai, Andi (35), mengungkapkan bahwa harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, harga cabai masih berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.

“Awalnya sempat Rp25-30 ribu per kilogram, semakin naik, naik. Kalau naik itu berarti stoknya menipis. Kalau lagi mahal biasanya karena barangnya sedikit,” ujar Andi. Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga cabai sangat bergantung pada ketersediaan stok di sentra distribusi.

Jika pasokan kembali melimpah, harga berpotensi turun. Sebaliknya, jika stok terbatas, harga bisa kembali meningkat selama Ramadhan. “Perkiraan naik atau tidaknya selama Ramadhan tergantung stok di lokasi pusat. Kalau banyak stoknya ya turun lagi harganya. Kalau stok sedikit bisa naik lagi,” katanya.

Kenaikan Harga Bawang Merah

Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pedagang bawang merah, Aril (44), menyebutkan bahwa harga bawang merah kupas saat ini dijual Rp42.000 per kg, sementara bawang merah dengan kulit, khususnya ukuran besar, mencapai Rp50.000 per kg.

“Harga bawang merah yang kupas Rp42 ribu per kilogram. Kalau yang kulit, yang besar-besar, sekitar Rp50 ribuan,” kata Aril. Menurut dia, kenaikan harga mulai terjadi sejak 15–16 Februari 2026. Sebelumnya, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Dalam tiga hari terakhir, harga melonjak menjadi Rp40.000 hingga Rp50.000 per kg. “Harganya ini sedang naik, mulai naik dari tiga hari lalu sekitar tanggal 15-16 Februari. Awalnya Rp35 ribuan per kilogram, sekarang sudah Rp40-50 ribuan,” ujarnya.

Aril menduga kenaikan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi, khususnya Brebes, Jawa Tengah. Menurut dia, distribusi yang tidak lancar membuat stok di pasar induk menipis. “Menurut saya kenaikan ini karena dari Brebes stoknya mulai jarang, agak susah,” katanya.

Ia memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi naik selama Ramadhan, bahkan bisa menembus Rp60.000 per kg jika pasokan tidak kembali normal. “Kayaknya selama Ramadhan diperkirakan akan naik terus sampai Rp60 ribu per kilogram,” ujarnya.

Upaya Pemerintah untuk Menjaga Stabilitas Harga

Kenaikan harga cabai dan bawang merah ini menjadi perhatian para pedagang maupun pembeli. Untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, pengelola pasar bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan. Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyatakan bahwa sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan juga dari Bareskrim Polri.

“Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan,” kata Agus. Pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi.

Agus berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Jika suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *