BREBES – Meskipun tengah menghadapi kesulitan ekonomi, warga Desa Randusanga Kulon Kabupaten Brebes berinisiatif melakukan pengurukan tanah secara swadaya atau patungan di area Pemakaman Kibuyut Kerti. Pengurukan dilakukan untuk memulihkan kondisi pemakaian yang selama ini kerap terendam air pasang laut atau rob.
Dunyanto (45) yang didampingi Abidin (56), selaku warga setempat, mengungkapkan bahwa, lokasi pemakaman tersebut sering terendam banjir rob. Sehingga sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat warga hendak melakukan tradisi ziarah atau nyekar pada hari-hari tertentu.
“Makam atau kuburan ini kan sering sekali terkena air rob. Terus kalau Jumat Kliwon orang mau nyekar, itu susah sekali dilakukan karena makamnya tergenang. Alhamdulillah, kemarin masyarakat sepakat untuk menyisihkan rezekinya untuk membiayai pengurugan makam ini, meskipun ekonomi warga sedang sulit,” ungkap Dunyanto, Selasa (7/4/2026).
Menurut keterangannya, proses pengurukan ini membutuhkan volume tanah yang tidak sedikit. Namun, karena keprihatinan warga melihat kondisi makam Kibuyut Kerti, mereka bertekad melakukannya secara bertahap. “Kami melakukan pengurugan ini sedikit demi sedikit berkat partisipasi masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, kebutuhan total tanah uruk diperkirakan mencapai 120 hingga 150 dam truk, yang terbilang cukup besar. Namun, warga mengumpulkan dana atau material tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kebutuhannya sebenarnya untuk lokasi ini angkanya mungkin di atas 100, bisa jadi 120 sampai 150 dam. Tapi ini kami upayakan sedapatnya, seikhlasnya dari swadaya masyarakat, khususnya warga Randusanga Kulon. Barangkali terkumpul 50 dam, kalau bisa dapat 100 dam itu sudah sangat disyukuri, sambil berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dunyanto menyebutkan bahwa warga juga memanfaatkan sebagian hasil pengelolaan tempat wisata Pantai Randusanga Indah (PARIN) untuk mendanai kegiatan mulia ini. Dari hasil pengelolaan pariwisata tersebut, terkumpul dana sekitar Rp 7 juta yang setara dengan 8 hingga 10 dam tanah urug.
Hingga hari kedua pelaksanaan, progres pengurugan sudah mencapai kurang lebih 30 dam hasil dari swadaya warga. Hingga saat ini, inisiatif ini murni datang dari kesadaran warga, dan belum ada bantuan material atau dana resmi dari pemerintah desa. Pihaknya mempersilakan warga untuk turut berpartisipasi.
“Inisiatif ini murni dari kesadaran masyarakat semua, karena keinginan dari dulu memang ingin sekali diurum. Jadi kami gerakkan dan akhirnya warga pun tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi. Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada pemerintah desa dan seluruh warga Randusanga Kulon untuk bergerak bersama,” ajaknya.
Tidak hanya warga lokal, Dunyanto juga mengundang pihak luar yang memiliki kepedulian yang sama untuk turut berkontribusi. “Khususnya warga sekitar, syukur-syukur dari luar wilayah yang mau turut menyumbang, kami persilakan. Harapannya, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa, bisa sama-sama bergerak melihat kebutuhan dan kekurangan yang ada di lapangan agar penanganannya bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Beranda
Pantura
Kerap Terendam Banjir Rob, Warga Randusanga Kulon Brebes Patungan Uruk Tempat Pemakaman
Kerap Terendam Banjir Rob, Warga Randusanga Kulon Brebes Patungan Uruk Tempat Pemakaman
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak warga untuk ikut berperan Mageri Segoro sebagai…

BREBES – Sedikitnya puluhan hektar lahan tambak di dua desa pesisir Kecamatan Losari Kabupaten Brebes…

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, adanya tiga Bibit Siklon Tropis, yaitu…









