KKB Aibon Kogoya Serang dan Bakar Pos PT Kristalin, Dua Orang Tewas

Serangan KKB di Nabire, Dua Orang Tewas dan Korban Dievakuasi

JAKARTA – Pada hari Sabtu (21/2/2026), terjadi serangan berat oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya. Serangan tersebut menargetkan Pos Penjagaan PT Kristalin Ekalestasi di Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Akibat serangan ini, dua orang tewas dan jenazah korban mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menjelaskan bahwa kedua korban meninggal dunia dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jenazah mereka ikut terbakar bersama bangunan pos penjagaan yang dibakar oleh pelaku. “Kedua korban tidak bisa diidentifikasi karena kondisi jenazah sudah tidak utuh,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Saat ini, kedua jenazah sedang dievakuasi menuju RSUD Nabire untuk proses identifikasi lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan oleh aparat kepolisian dan telah mencapai Kilometer 37 sebelumnya.

Evakuasi Warga dan Karyawan

Pasca-serangan, sekitar 50–75 karyawan PT Kristalin Ekalestasi serta sejumlah warga setempat dievakuasi ke Nabire. Mereka khawatir akan ada serangan susulan dari kelompok KKB. Kapolres Samuel menyebutkan bahwa pihaknya melakukan evakuasi untuk memastikan keselamatan para korban dan warga sekitar.

“Setelah penyerangan, kami langsung melakukan evakuasi. Ada sekitar 50-75 karyawan yang dievakuasi. Selain itu, warga juga dievakuasi karena takut terkena dampak serangan berikutnya,” tambahnya.

Serangan yang terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT ini juga dilaporkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto. Ia menyebut bahwa pos pengamanan Kamtibmas di Kampung Biha diserang dan dibakar oleh kelompok OPM.

Latar Belakang Aibon Kogoya

Aibon Kogoya dikenal sebagai pemimpin KKB yang sangat sadis dan beringas. Kelompoknya sering melakukan aksi kekerasan terhadap aparat keamanan maupun masyarakat sipil. Meski sempat dianggap sebagai kelompok kecil, Aibon Kogoya ternyata terkait dengan jaringan yang lebih besar di wilayah Papua Tengah.

Beberapa aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompoknya antara lain:

  • Serangan di Nabire (Februari 2026): Menyerang dan membakar pos pengamanan PT Kristalin Eka Lestari di Kampung Biha, Distrik Makimi, Nabire.
  • Serangan di Paniai (Maret 2024): Diduga menyerang pos polisi di Deotaadi 99, Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, yang menewaskan dua anggota polisi.
  • Penyerangan Pekerja Puskesmas (November 2023): Memimpin penyerangan terhadap pekerja proyek puskesmas di Kabupaten Puncak.
  • Serangan di Intan Jaya (2022/2025): Terlibat dalam penembakan karyawan PT TJP dan serangan terhadap aparat keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Aibon Kogoya tercatat aktif di sekitar Distrik Makimi, Nabire, dan sering beroperasi hingga wilayah Intan Jaya dan Puncak.

Tantangan Keamanan di Wilayah Papua

Serangan yang terjadi di Nabire menjadi bukti bahwa situasi keamanan di wilayah Papua masih sangat rentan. KKB seperti Aibon Kogoya terus memberikan ancaman terhadap stabilitas dan keselamatan masyarakat. Pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya untuk menangani ancaman ini dengan tindakan yang tegas dan koordinasi yang baik.

Namun, perlu adanya pendekatan yang lebih holistik, termasuk penguatan kemitraan dengan masyarakat setempat dan peningkatan perlindungan terhadap warga dan pekerja di daerah-daerah rawan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko serangan dan memastikan keamanan bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *