Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H Digelar di Lima Lokasi Kota Kediri
KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menggelar Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 27 Februari 2026. Kegiatan ini dimulai di Kelurahan Tempurejo dan akan dilanjutkan ke empat lokasi lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Antusiasme Warga Terlihat Jelas
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri (DKPP) dengan tujuan memberikan akses bagi masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sejak pagi hari, antrean pembeli sudah memadati lokasi pertama, yaitu Kelurahan Tempurejo. Acara ini berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.
Setelah Tempurejo, kegiatan akan berlanjut ke Kelurahan Kaliombo pada Selasa, Kelurahan Betet pada Rabu, Rejomulyo pada Kamis, dan ditutup di Kelurahan Bangsal pada Jumat. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, beras premium, Minyakita, gula pasir, aneka bawang, sayur mayur, cabai, hingga ikan lele tersedia dalam acara ini. Selain itu, ada tambahan komoditas pangan yang bisa berubah sesuai dengan ketersediaan dan kebutuhan pasar.
Persyaratan untuk Membeli Bahan Pokok
Untuk dapat berbelanja, masyarakat diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Kediri serta membawa tas belanja sendiri. Kebijakan ini diterapkan agar program tepat sasaran bagi warga Kota Kediri sekaligus mengurangi penggunaan kantong plastik.
Pengunjung Mengaku Terbantu
Salah satu pengunjung, Ririn, mengatakan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Ia datang untuk membeli beras, gula, dan minyak goreng guna persiapan kebutuhan Ramadhan. “Harganya Alhamdulillah murah banget, senang. Selisih dengan pasaran sampai Rp5 ribu untuk beras, kalau gula selisih lumayan juga Rp1.500,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ririn menambahkan bahwa bahan pokok yang dibelinya akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan persiapan membuat jajanan menjelang Lebaran. “Rencananya untuk goreng-goreng jajan persiapan Lebaran. Memilih belanja di sini karena lebih murah dan lebih hemat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa harga cabai di pasaran saat ini masih relatif tinggi sehingga kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat. “Sekarang harga cabai yang agak mahal ya di pasaran. Semoga kegiatan serupa ini ada terus jadi bisa lebih menghemat pengeluaran, lebih murah,” pungkasnya.
Manfaat dan Harapan Masyarakat
Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa merasa terbebani oleh kenaikan harga di pasar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan melalui penggunaan tas belanja sendiri. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga lingkungan.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H diharapkan bisa menjadi contoh inovasi pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi.










