Maarten Paes Masih Miliki Kekurangan Usai Menangkan Pertama di Ajax

Kemenangan Pertama Maarten Paes di Ajax Amsterdam

JAKARTA – Setelah sekian lama berjuang, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya meraih kemenangan pertamanya bersama Ajax Amsterdam. Pada laga melawan Sparta Rotterdam di Stadion Johan Cruijff ArenA, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB, Ajax sukses memetik kemenangan telak 4-0.

Ini menjadi momen penting bagi Paes yang sejak debut pada 21 Februari 2026 belum pernah merasakan kemenangan. Ajax menunjukkan performa yang sangat baik dalam laga tersebut. Di babak pertama, mereka unggul 2-0 berkat gol bunuh diri Joshua Kitolano (menit ke-19) dan Steven Berghuis (32′).

Di babak kedua, Ajax menambah dua gol lagi masing-masing dari Davy Klaassen (73′) dan Mika Godts (76′). Kemenangan tanpa kebobolan ini menjadi hal yang spesial bagi Paes karena ia berhasil meraih kemenangan perdana bersama klub besar Eropa tersebut.

Selain itu, dengan kemenangan ini, Paes juga mengoleksi dua clean sheet untuk Ajax. Meskipun demikian, penampilannya tidak sepenuhnya sempurna. Pelatih sementara Ajax, Oscar Garcia, memberikan kritik terhadap Paes, terutama soal umpan panjang yang sering ia lakukan.

Garcia menyebut bahwa Paes masih baru di sini dan bukan berasal dari akademi Ajax. Oleh karena itu, ia menilai Paes perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengontrol bola dan meminimalkan kesalahan saat melakukan umpan panjang.

“Umpan-umpan panjang? Kiper (Maarten Paes) masih baru di sini, dia juga bukan lulusan akademi Ajax,” ujar Garcia. “Jadi itu adalah hal yang ingin kami perbaiki.” Ia juga menyoroti peran bek sayap yang dinilai perlu lebih agresif dalam menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah.

Paes memang beberapa kali mendapatkan kritikan dari pengamat sepak bola di Belanda sejak kedatangannya ke Amsterdam. Dalam laga kontra Sparta Rotterdam, ia hanya melakukan satu penyelamatan gawang sepanjang laga.

Sofascore memberinya nilai 6,7 atas penampilannya, yang justru lebih rendah dibandingkan kiper Sparta, Joel Drommel, yang diberi nilai 7,8. Drommel tercatat melakukan tujuh penyelamatan gawang, enam di antaranya dilakukan di dalam kotak penalti.

Meski ada kritik, Paes tetap menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan berkembang bersama Ajax. Kemenangan pertamanya menjadi langkah awal yang penting untuk masa depannya di klub. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, diharapkan Paes dapat terus meningkatkan performanya dan membantu Ajax meraih prestasi lebih besar di musim ini.

Tantangan dan Harapan untuk Maarten Paes

Kemenangan atas Sparta Rotterdam menjadi titik awal yang signifikan bagi Maarten Paes. Namun, ia masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal kontrol bola dan pengambilan keputusan saat berada di bawah tekanan. Pelatih Oscar Garcia menekankan bahwa Paes perlu meningkatkan kemampuan teknisnya, terutama dalam hal umpan panjang dan koordinasi dengan rekan-rekannya di lini belakang.

Selain itu, Paes juga perlu meningkatkan ketenangannya saat berada di bawah tekanan. Dalam beberapa laga sebelumnya, ia sering terlihat ragu saat harus mengambil keputusan cepat. Hal ini bisa menjadi kendala jika lawan terus mengancam gawangnya.

Dari segi statistik, Paes masih perlu meningkatkan catatan penyelamatannya. Dalam laga melawan Sparta, ia hanya melakukan satu penyelamatan, yang jauh lebih sedikit dibandingkan kiper lawan. Ini menunjukkan bahwa ia perlu lebih aktif dalam mengantisipasi ancaman dari lawan.

Meski begitu, Paes telah menunjukkan potensi besar sebagai kiper muda yang mampu bertahan di level tertinggi. Dengan dukungan pelatih dan pengalaman yang terus bertambah, diharapkan ia bisa menjadi bagian penting dari skuad Ajax dalam jangka panjang. Kemenangan pertamanya menjadi awal yang baik, dan semoga bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *