BANDUNG – Masalah parkir liar, termasuk praktik getok parkir, terus menjadi keluhan masyarakat, terutama di kawasan wisata Kota Bandung, Jawa Barat.
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menanggulangi praktik parkir liar ini dengan bantuan Satgas Anti-Premanisme kini dipertanyakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara, menanggapi keluhan tersebut dengan tegas, mengingat dampak negatif dari praktik parkir liar ini.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan ketat, terutama di tempat-tempat keramaian seperti Kebun Binatang, Taman Lalu Lintas, Kiara Artha Park, dan tempat wisata lainnya,” kata Asep, Kamis 3 April 2025.
“Saya mengimbau kepada warga Kota Bandung serta pengunjung dari luar kota untuk tidak melayani para juru parkir liar yang sering memanfaatkan situasi, seperti saat bulan Ramadan atau libur Lebaran,” lanjut Asep.
Menurut Asep, parkir liar tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengganggu kelancaran lalu lintas dan tidak memberikan kontribusi pada pendapatan daerah.
Ia pun mengimbau agar warga lebih berhati-hati dan tidak tergoda dengan tarif parkir liar yang kerap muncul pada momen-momen tertentu.
Masalah Parkir Liar di Bandung Kian Marak dan Dikeluhkan, Pemkot Janji Tindak Tegas
