Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Dinilai sebagai Serangan Terencana
JAKARTA – Pengamatan terhadap kejadian penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak sekadar aksi kriminal biasa.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, serangan ini dinilai memiliki niat yang sangat berbahaya dan terencana.
Penilaian dari Mantan Penyidik KPK
Novel Baswedan menyatakan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus mungkin memiliki maksud untuk membunuh korban. Ia menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan mengarah langsung ke bagian wajah, yang bisa berpotensi menyebabkan kesulitan pernapasan dan bahkan kematian.
“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” ujar Novel saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Selain itu, ia juga menilai bahwa para pelaku memiliki niat untuk membuat korban mengalami cacat permanen. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut sangat sadis dan direncanakan dengan matang.
Pengalaman Pribadi yang Membentuk Pandangan Novel
Pernyataan Novel memiliki bobot tersendiri karena ia sendiri pernah menjadi korban serangan serupa. Pada tahun 2017, ia disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat Subuh di dekat rumahnya. Akibatnya, ia mengalami kerusakan serius pada penglihatannya hingga menyebabkan kebutaan pada mata kiri.
Pengalaman tersebut membuat Novel memahami betul dampak brutal dari serangan menggunakan cairan berbahaya tersebut. Dengan latar belakang pengalamannya, ia lebih mudah mengidentifikasi indikasi serangan yang terencana dan berbahaya.
Yakin Serangan Dilakukan Secara Terorganisasi
Novel juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik serangan terhadap Andrie Yunus. Berdasarkan rekaman tersebut, ia meyakini bahwa pelaku tidak bekerja secara spontan, melainkan menjalankan aksi yang telah terencana.
“Iya, saya yakin pelakunya terorganisir. Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak, terorganisir! Ada simbol-simbol yang dia lakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir,” tegas Novel.
Ia menilai pola serangan yang terlihat dalam rekaman CCTV menunjukkan adanya perencanaan sebelum aksi dilakukan. “Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali,” lanjutnya.
Desak Polisi Usut Tuntas Kasus
Dalam kesempatan tersebut, Novel juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dipandang sebagai kejahatan biasa karena menyasar seorang aktivis yang aktif dalam isu hak asasi manusia.
Selain itu, Novel juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. “Ini bukan masalah yang sekadar kejahatan biasa, ini kejahatan yang sangat luar biasa. Pengusutan harus kita dorong, kita awasi sama-sama dan kita desak agar diusut dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh,” tegas Novel.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Sebelumnya, diberitakan bahwa Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3/2026). Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor diduga jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan. Pengendara motor disebut mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara pelaku yang duduk di belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia juga mengenakan kaus biru tua serta celana panjang biru yang digulung hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Dalam sekejap, salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut.












