Kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi: Fakta Baru Mengenai Rekaman CCTV
JAKARTA – Kasus dugaan ilegal akses yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih menjadi perhatian publik. Salah satu saksi kunci dalam kasus ini, Viola, memberikan informasi baru terkait asal-usul rekaman CCTV yang kini menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan.
Viola, yang merupakan rekan kerja Inara dan juga sebagai saksi fakta dalam laporan dugaan ilegal akses, menjelaskan bahwa rekaman tersebut diduga berisi aktivitas intim antara Inara dan Insanul Fahmi. Laporan ini muncul setelah Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, lebih dulu melaporkan Inara atas dugaan perzinaan.
Penyidik Terus Lakukan Pemeriksaan
Dedy DJ, kuasa hukum Viola, menyampaikan pembaruan mengenai proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Dia menegaskan bahwa penyidik masih terus mendalami keterangan dari semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Menurut Dedy, penyidik juga mempertanyakan kemungkinan adanya motif lain selain uang dari para pihak yang diduga sebagai pelaku.
“Penyidik pun terus menggali keterangan, termasuk terkait kemungkinan adanya motif lain selain uang dari para pihak yang diduga sebagai pelaku,” kata Dedy.
Dedy juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang dilakukan secara benar dan sesuai prosedur. Ia meminta agar penyidik melakukan klarifikasi secara objektif terhadap seluruh alat bukti yang diajukan oleh para pelapor. “Kami juga meminta agar keadilan dan kepastian hukum benar-benar ditegakkan dalam konteks perkara ini.”
Durasi Rekaman CCTV yang Disengaja Dibantah
Selanjutnya, Dedy membahas terkait rekaman CCTV yang disebut memiliki durasi 2 jam. Ia membantah hal tersebut dan mengimbau publik untuk tidak buru-buru menarik kesimpulan sebelum proses hukum menemukan kejelasan.
“Berdasarkan keterangan klien kami, durasi kejadian yang disebut-sebut berlangsung selama dua jam tersebut tidak benar. Faktanya, peristiwa itu hanya berlangsung sekitar tiga menit, dan itu pun tidak jelas,” ungkap Dedy DJ.
Ia menegaskan bahwa semua pihak harus bersabar dan menunggu hasil penyelidikan hukum sebelum membuat opini yang tidak berdasar. “Karena itu, kami berharap semua pihak tidak terburu-buru membangun opini sebelum fakta hukum benar-benar terungkap.”
Identitas Pelaku Penyebar Video CCTV Diungkap
Sebelum fakta baru tentang durasi rekaman CCTV diungkap, Dedy DJ juga sempat membeberkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pihak yang menyebar video tersebut. Penyebaran rekaman dari area privat tersebut diduga kuat dilakukan dengan motif ekonomi atau keuntungan pribadi.
Menurut Dedy, rekaman CCTV itu diambil tanpa izin dari kediaman Inara dan kemudian disebarkan secara terstruktur. Ia mengungkapkan ada sekitar enam orang yang diduga terlibat dalam penyebaran rekaman tersebut. “Satu manajemen, gitu loh. Jadi ada mungkin kurang lebih enam orang yang terlibat.”
Dedy juga menyebutkan inisial dari beberapa orang yang diduga terlibat, seperti A, V, M, P, N, dan lainnya. “Sampai hari ini kita lagi memberikan keterangan yang sedetail-detailnya di penyidik. Jadi nanti tinggal kita tunggu proses selanjutnya, ya.”
Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah menyerahkan informasi dan inisial para terduga pelaku kepada penyidik untuk ditindaklanjuti secara hukum. Hal ini termasuk keterlibatan Virgoun dalam kasus dugaan penyebaran video CCTV ini. “Yang pasti kita sudah mengantongi patut diduga hampir enam orang. Patut terduga (termasuk Virgoun).”








