BREBES – Isu bullying akhir-akhir ini cukup ramai di sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Brebes. Peristiwa ini pun banyak yang viral usai diunggah di media massa maupun media sosial.
Sekolah sebagai sarana pendidikan anak, mempunyai peran untuk mencegah bullying. Sehingga diharapkan tidak lagi terjadi kasus bullying, yang berujung pada tindak kekerasan, baik yang dilakukan pelaku maupun korban bullying.
Seperti yang dilakukan SMAN 1 Kersana beberapa waktu lalu, yang mengadakan In House Training (IHT) kepada para guru dan staf , serta seluruh siswa-siswi di lingkungan sekolah tersebut.
Acara yang dibuka Kepala SMAN 1 Kersana Dr Nuridin SSi, MPd ini mengambil tema Pengembangan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Sebagai narasumber adalah Muamar Riza Pahlevi, MH, Fajar Sigit Kusumajaya MH dan Faizal Yudhi Nugroho, MH dari Universitas Bima Sakapenta Tegal.
Kegiatan IHT ini juga sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Hukum Universitas Bima Sakapenta. Di mana dalam IHT itu disampaikan beberapa materi terkait dengan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan atau sekolah.
Kepala SMAN 1 Kersana Dr Nuridin didampingi wakilnya, Nur Aeni M.Kom mengatakan tujuan dari IHT ini Adalah meningkatkan kompetensi, kinerja, dan produktivitas karyawan (atau guru/staf) secara spesifik sesuai kebutuhan internal, melalui materi yang disesuaikan, menguatkan budaya kerja, mendorong inovasi, serta meningkatkan loyalitas dan kolaborasi tim untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
“In House Training (IHT) merupakan pelatihan internal sekolah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidik, khususnya dalam pencegahan dan penanganan kekerasan,” ujarnya.
Sementara Muamar Riza Pahlevi, selaku narasumber menyampaikan materi terkait dengan isu kekerasan di sekolah meliputi berbagai bentuk seperti kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), seksual, diskriminasi, dan intoleransi.
Menurutnya, penyebab beragam mulai dari ketimpangan relasi kuasa, kurangnya empati, masalah sosial, hingga pengaruh media dan cara pendisiplinan yang keliru.
“Bentuk kekerasan mencakup penganiayaan, pengucilan, penghinaan, rumor, intimidasi, hingga kekerasan seksual dan kebijakan yang diskriminatif, yang menimbulkan dampak trauma mendalam bagi korban,” ujarnya.
Upaya Cegah Bullying di Sekolah, SMAN 1 Kersana Brebes Gelar In House Training
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – MTs. Miftahul Ulum Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, tempat korban dugaan bullying, Azka…

Pentingnya Keterlibatan Seluruh Komunitas dalam Mencegah Bullying JAKARTA – Mencegah bullying tidak hanya menjadi tanggung…







