Isi Kontainer di KM Polo, Kapal Tanpa Awak Terdampar di Pekajang Lingga

KM Polo, Kapal Tanpa Awak yang Terdampar di Perairan Pekajang

KEPRI -Kapal tanpa awak bernama KM Polo, yang terdampar di perairan Pulau Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah menjadi sorotan setelah ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono., M.Tr.Opsla, memberikan informasi terkini mengenai isi kontainer dan kondisi kapal tersebut.

KM Polo dengan nomor IMO 9124706 Zanzibar diketahui hanyut dari perairan Taiwan. Sebelumnya, enam awak kapal berkewarganegaraan Indonesia melaporkan adanya kerusakan mesin dan meminta bantuan darurat. Insiden ini terjadi pada 9 November 2025, ketika kapal berada di jalur Topan Fung-wong, sekitar 53 mil laut di sebelah barat daya Kaohsiung, kota pelabuhan metropolitan terbesar di Taiwan bagian selatan.

Setelah menerima laporan, Skuadron Ketiga Korps Layanan Lintas Udara Nasional yang ditempatkan di Kaohsiung mengirimkan helikopter Black Hawk untuk penyelamatan. Keenam awak kapal berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat dan kemudian diserahkan kepada polisi penerbangan dan personel Kementerian Luar Negeri untuk penanganan lebih lanjut.

Isi Kontainer dalam KM Polo

Komandan Lanal Dabo Singkep menyebutkan bahwa terdapat total 10 kontainer di dalam KM Polo. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya berisi daging yang sudah membusuk. Satu kontainer lainnya dalam kondisi terbuka berisi tali dan karung, sementara empat kontainer lainnya dalam keadaan kosong. Hal ini menimbulkan aroma tidak sedap dan potensi risiko kesehatan bagi warga sekitar.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati kapal karena kondisi daging yang busuk dapat membahayakan kesehatan. Selain itu, tim penyelam juga telah diturunkan untuk melakukan pemeriksaan bagian bawah kapal. Saat ini, KM Polo tersangkut di atas karang perairan Pekajang Besar.

Kendala Cuaca dan Proses Pemeriksaan

Cuaca saat ini memasuki musim utara, dengan ketinggian gelombang mencapai satu hingga empat meter. Hal ini menyulitkan tim untuk mendekati kapal dalam waktu enam hari terakhir. Kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam melakukan pemeriksaan lebih detail.

Selain itu, tim pemeriksa gabungan menemukan pesan yang diduga ditinggalkan oleh awak kapal. Pesan warna merah yang tertulis bersusun ke bawah menggunakan bahasa Inggris dan huruf kapital ditemukan setelah pemeriksaan dilakukan. Pesan tersebut berbunyi:

“MV POLO

IM SORRY

I MUST BE LEAVING

BECAUSE

IM NOT UNDERSTAND

YOUR PROGRES!”

Pesan ini diunggah melalui akun Instagram TNI AL. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan keberadaan awak kapal di lokasi. Adapun hasil pemeriksaan sebelumnya, tidak ditemukan sekoci, crane sekoci dalam keadaan rusak, reling kapal patah, serta badan kapal mulai mengalami korosi.

Kondisi Internal dan Eksternal Kapal

Di bagian palka kapal, terdapat sembilan kontainer 45 feet dalam kondisi tertutup dan satu kontainer 20 feet terbuka berisi tali karung. Pemeriksaan anjungan kapal menunjukkan kondisi berantakan dan minim peralatan navigasi, hanya ditemukan sebuah kompas.

Sementara itu, kondisi kamar-kamar awak, dapur, serta ruang mesin juga ditemukan dalam keadaan tidak terawat, berbau busuk, dengan sebagian mesin terendam air bercampur oli. Tim juga menemukan sejumlah dokumen kapal di anjungan, seperti Ship’s Log Book, Radio Log Book, Deck Department Arrival File, serta Crew List yang mencantumkan enam nama awak kapal.

Seluruh bagian dalam kapal terlihat berantakan, sementara kondisi luar kapal menunjukkan tanda-tanda karat dan kerusakan akibat cuaca serta waktu. Dari hasil pemeriksaan awal, KM Polo diduga telah ditinggalkan dalam waktu cukup lama.