Kampung Keramik Dinoyo, Wisata Liburan Sekolah yang Menarik

Kampung Keramik Dinoyo, Destinasi Wisata Edukasi di Kota Malang

JAKARTA – Kota Malang kaya akan destinasi wisata yang menarik dan beragam. Salah satu tempat yang menjadi favorit masyarakat adalah Kampung Keramik Dinoyo. Terletak di Jalan MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat kerajinan keramik, tetapi juga menjadi lokasi wisata edukasi yang menarik bagi berbagai kalangan.

Kampung Keramik Dinoyo telah dikenal sebagai sentra perajin keramik sejak puluhan tahun lalu. Selain itu, kawasan ini juga menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh siswa dari tingkat TK hingga mahasiswa. Siono Nur Rizky, salah satu perajin dan pemilik toko di kawasan tersebut, mengatakan bahwa pengunjung masih sangat banyak, terutama dari kalangan pelajar.

“Masih banyak yang datang ke sini, mereka belajar juga membuat keramik,” ujarnya. Bagi masyarakat umum atau wisatawan yang ingin berkunjung dan melihat proses pembuatan keramik, tidak ada aturan khusus. Pengunjung bisa langsung datang ke lokasi. Namun, untuk kelompok akademisi seperti mahasiswa, biasanya dibutuhkan surat keterangan resmi dari kampus atau fakultasnya.

Selain itu, aktivitas pariwisata di kawasan ini juga didukung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Tidak hanya mahasiswa, pengunjung dan pelanggan juga didominasi oleh ibu-ibu serta sesekali wisatawan mancanegara. “Paling banyak ibu-ibu, biasanya beli souvenir untuk pernikahan juga,” katanya.

Siono juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ia sering mengupload video-video proses pembuatan keramik ke TikTok. Banyak pengunjung yang mengaku tahu tentang Kampung Keramik Dinoyo dari media sosial ini.

Meski memiliki banyak pengunjung, para perajin harus beradaptasi dengan situasi ekonomi yang dinamis. Kenaikan harga bahan baku dan LPG yang mencapai 25 persen menjadi tantangan berat yang memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. “Bahan-bahan naik, sehingga pengunjung agak berkurang dibandingkan sebelum kenaikan ini,” keluhnya.

Produk keramik di Kampung Keramik Dinoyo memiliki rentang harga yang sangat variatif, tergantung pada jenis, ukuran, dan tingkat kerumitan pembuatan. Produk pesanan khusus dari Bali dijual mulai dari harga Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu per buah. Sedangkan produk reguler ready stock di galeri dijual mulai dari Rp 5 ribu hingga mencapai Rp 5 juta untuk item premium.

Beberapa produk yang paling diminati antara lain suvenir, gelas (mug), piring hias, serta vas bunga. Pesanan vas bunga biasanya melonjak tajam menjelang dan selama bulan Ramadan. Selain itu, permintaan dari pelanggan dan pengepul asal Bali juga cukup tinggi.

Salah satu pengunjung, Tika, mengaku sengaja datang ke Kampung Keramik Dinoyo untuk mencari hiasan unik untuk kantornya. Ia tertarik oleh tren dekorasi berbahan dasar tanah liat dan keramik yang sedang populer di media sosial. “Ini mau nyari kayak pot bunga, tapi dia dari keramik. Yang bentuknya kayak unik-unik, lucu-lucu kayak zaman sekaranglah,” ujarnya.

Tika mengetahui Kampung Keramik Dinoyo berkat rekomendasi dari kerabat dekatnya. Ia merasa tertarik untuk membuktikan sendiri keberagaman dan keunikan produk yang dihasilkan oleh para perajin lokal. Setibanya di lokasi, ia cukup terkejut melihat variasi produk yang tersedia. Menurutnya, pilihan produk keramik sangat melimpah dan tidak monoton, memberikan banyak alternatif bagi konsumen yang mencari barang-barang dengan nilai estetika tinggi.

Meski baru pertama kali berkunjung dan hanya berencana membeli beberapa item dalam jumlah kecil untuk koleksi pribadi, Tika merasa sangat puas dengan variasi desain yang disuguhkan oleh para perajin Kampung Dinoyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *