Bupati Paramitha Lantik 14 Kepala Desa PAW: Emban Jabatan dengan Tanggung Jawab dan Kejujuran

Bupati Brebes Lantik Kepala Desa PAW
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyerahkan SK pelantikan kepala desa PAW. (Foto: Istimewa)

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal dengan melantik 14 Kepala Desa definitif hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW), Senin (20/4/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Paramitha Widya Kusuma di Pendopo Kabupaten Brebes. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga para kepala desa.

Momentum pengambilan sumpah jabatan menjadi penanda dimulainya tanggung jawab para kades dalam mengemban amanah masyarakat.

Sebanyak 14 kepala desa yang dilantik akan memimpin desa di sembilan kecamatan, meliputi:
1. Salem: Desa Bentar dan Indrajaya
2. Songgom: Desa Songgom Kidul dan Jatimakmur
3. Bulakamba: Desa Kluwut dan Cipelem
4. Larangan: Desa Pamulihan
5. Losari: Desa Randusari
6. Sirampog: Desa Batusari, Benda, dan Plompong
7. Banjarharjo: Desa Pende
8. Wanasari: Desa Sisalam
9. Kersana: Desa Ciampel

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal pengabdian bagi para kepala desa.

“Ini adalah titik awal perjuangan untuk bekerja bersama masyarakat. Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, dan kepekaan terhadap kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan publik yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati meminta para kades segera turun ke lapangan, menyerap aspirasi, dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya koordinasi dengan camat, terutama dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu yang berpotensi memicu bencana seperti banjir dan longsor.

“Kepala desa harus menjadi yang pertama mengetahui kondisi warganya, baik terkait kebutuhan pangan, tempat tinggal, maupun kesehatan,” tegasnya.

Belajar dari berbagai persoalan pada 2025, Bupati menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. “Perilaku dan kinerja harus dijaga. Sumpah jabatan bukan hanya disaksikan manusia, tetapi juga Tuhan Yang Maha Esa,” tandasnya.