BREBES – Kabupaten Brebes bersiap mencatat lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar. Proyek investasi ini akan digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kehadiran mega farm tersebut diyakini tidak hanya meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik rencana investasi tersebut. Ia menyebut proyek ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya, saat audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, kemarin.
Paramitha menambahkan, proyek tersebut
diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah. “Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi karena kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif.
“Kita harus dukung agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah. “RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” katanya.
Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan proyek ini berpotensi menjadi peternakan sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi. “Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, masih jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.
“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.












