Ragam  

Rogoh Rp14 Juta, Kirana Larasati Kecewa Nonton Konser Reuni F4

Pengalaman Menyebalkan Saat Menonton Konser F4 di Jakarta

JAKARTA – Aktris ternama Kirana Larasati mengungkapkan kekecewaannya setelah menghadiri konser grup musik legendaris asal Taiwan, F4. Acara yang digelar di Indonesia Arena pada 28 hingga 30 Mei 2026 ini justru menjadi pengalaman buruk bagi dirinya. Meski sudah mengeluarkan dana besar untuk tiket kelas atas, ia merasa tidak puas dengan berbagai hal yang terjadi selama acara.

Fasilitas yang Tidak Sesuai Harapan

Kirana membeli tiket dengan harga belasan juta rupiah agar bisa menikmati pertunjukan dari dekat. Ia menyatakan bahwa ia dan para penonton lainnya bersedia membayar mahal demi mendapatkan interaksi yang lebih baik dengan para artis. Namun, harapan tersebut langsung pupus saat konser dimulai.

Konser reuni F4 menggunakan format panggung 360 derajat. Sayangnya, orientasi tampilan para personel sering kali membelakangi barisan kursi penonton. Akibatnya, banyak penonton seperti Kirana hanya bisa melihat bagian belakang tubuh para artis. Hal ini membuatnya merasa kecewa karena kesempatan untuk melihat secara dekat sangat terbatas.

Penonton Terpaksa Mengandalkan Layar Besar

Karena posisi tempat duduk yang kurang ideal, Kirana mengaku sebagian besar waktu konser harus melihat pertunjukan melalui layar digital besar yang tersedia di dalam stadion. Ia menyebut bahwa sekitar 80 persen penampilan F4 terlihat lebih jelas di layar daripada secara langsung dari tempat duduknya.

Kondisi Lapangan yang Tidak Nyaman

Kekecewaan Kirana semakin bertambah akibat situasi di area penonton yang tidak kondusif. Banyak penonton VVIP yang tidak tertib, seperti berdiri di atas bangku atau merangsek ke tepi panggung. Hal ini terjadi karena tidak adanya barikade penghubung di sektor tengah.

Pihak keamanan di lokasi juga dinilai tidak cukup responsif. Mereka terkesan diam dan tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatur kekacauan tersebut. Menurut Kirana, sikap pihak keamanan justru memperparah situasi dan membuat suasana menjadi semakin tidak nyaman.

Pemutusan Konser

Akibat ketidaknyamanan yang dialami, Kirana memilih untuk meninggalkan lokasi konser sekitar 20 menit sebelum acara benar-benar berakhir. Ia merasa tidak puas dengan pengalaman yang diterimanya dan menyampaikan keluhan melalui media sosial.

Kesimpulan

Pengalaman Kirana Larasati menjadi contoh bagaimana pentingnya perencanaan yang matang dalam penyelenggaraan konser besar. Dari segi fasilitas hingga pengelolaan keamanan, semua aspek harus dipertimbangkan agar pengalaman penonton tetap menyenangkan. Kekecewaan yang dialami oleh Kirana menunjukkan bahwa meskipun tiket mahal dibeli, kualitas acara tetap menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *