Ragam  

Ria Ricis Akhirnya Buka Suara Soal Oplas Hidung, Alami Kondisi Ini Selama 5 Tahun Hingga Butuh Tulang Iga

Ria Ricis Akui Lakukan Operasi Plastik untuk Kebutuhan Medis

JAKARTA – Ria Ricis, YouTuber ternama yang dikenal dengan penampilannya yang menarik perhatian, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani operasi plastik. Penampilan terbaru dari ibu satu anak ini mendapat banyak pujian dari netizen, yang menyebutnya semakin menawan. Namun, di balik komentar positif tersebut, ada alasan serius di balik keputusan Ria Ricis untuk melakukan tindakan medis.

Adik dari Ustazah Oki Setiana Dewi ini akhirnya mengakui bahwa dirinya memang menjalani prosedur rekonstruksi hidung atau rhinoplasty. Meskipun beberapa orang mengira ia hanya ingin mengubah penampilan demi estetika, Ria Ricis menjelaskan bahwa keputusan ini murni karena kebutuhan kesehatan.

“Ya, karena yang dibutuhkan, hidung ya. Karena memang alhamdulillah, ya iya kan, kita pasti melakukan apa yang kita butuhkan, nggak mungkin kita nggak butuh kita melakukan itu. Karena yang paling dibutuhkan nomor satu adalah hidung,” ujarnya.

Untuk memastikan hasil yang optimal dan aman, Ria Ricis memilih tidak melakukan operasi di dalam negeri. Ia mempercayakan tindakan medis tersebut kepada dokter spesialis di luar negeri yang direkomendasikan oleh teman-temannya.

“Enggak, aku nggak bikinnya di Indonesia. Jadi memang kita bikinnya kemarin ke dokter yang di luar, tidak di Indonesia dan sudah kita percaya dan udah banyak teman-teman aku juga yang di sana,” tambahnya.

Operasi ini bukanlah hal baru bagi Ria Ricis. Sejak beberapa tahun lalu, ia sudah melakukan konsultasi medis di salah satu rumah sakit rujukan di Jakarta. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan bahwa Ria Ricis mengidap kondisi di mana dinding tipis antara saluran hidung mengalami kemiringan atau bengkok.

“Memang waktu itu pernah periksa dulu di RSCM, udah sempet masuk ke radiologi apa segala macam aku nggak tau pasti. Udah sempet dicek juga memang tulangnya bengkok, bengkok ke kiri,” kenang Ricis.

Untuk mengatasi penyumbatan saluran napas tersebut, tim dokter harus melakukan tindakan rekonstruksi yang kompleks. Bagian tulang hidung yang bengkok harus dikikis dan dipotong, lalu dibangun kembali strukturnya menggunakan cangkok tulang rawan dari bagian tulang iga Ricis sendiri.

“Karena kalau misalnya bengkok ke kiri kan dia ada jalur nutup gitu. Jalur nutup, kemudian kemarin diperbaiki, dikikis, dipotong, terus diisi lagi pakai iga, sekalian dinaikin,” jelasnya.

Sebelum memutuskan untuk operasi, Ria Ricis mengaku harus bertahan hidup dengan bantuan obat semprot hidung dosis keras agar tetap bisa bernapas lega. Secara medis, penggunaan obat jenis ini secara terus-menerus dalam jangka panjang tidak dianjurkan karena dapat memicu efek samping. Namun, karena keterbatasan kondisi fisiknya saat itu, Ricis terpaksa menggunakannya selama bertahun-tahun.

“Dulu aku pernah pakai obat namanya Iliadin. Kalau temen-temen pernah tahu Iliadin obat keras. Dulu aku masih pakai itu sehari 4 sampai 5 kali, yang di mana harusnya bolehnya dipakai cuma sehari sekali dalam waktu 5 hari. Tapi aku pakai Iliadin itu selama 5 tahun berturut-turut,” jelasnya.

Setelah melewati proses pemulihan pasca-rinoplasti, Ria Ricis mengaku sangat bersyukur. Keputusannya menjalani operasi rekonstruksi hidung tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah kesehatan pernapasannya yang kronis, tetapi juga memberikan bonus penampilan luar yang lebih proporsional.

“Tapi alhamdulillah setelah rinoplasti, setelah dilurusin dan dinaikin hidungnya, jadi dapet dua, dapet estetik juga, dapet bisa bernapas juga, alhamdulillah,” pungkas Ricis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *