BREBES – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes menggelar uji kelayakan atau fit and proper test secara daring bagi 200 calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) yang berasal dari 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes, Minggu 19 April 2026. Baca Juga: PDIP Brebes Tanggapi Isu Ganti Ketua DPRD Brebes hingga Kabar Eksodus Kader ke Parpol Lain
Kegiatan ini bertujuan menjaring pemimpin di tingkat wilayah yang tidak hanya memahami kebutuhan masyarakat, tetapi juga menguasai perkembangan teknologi informasi. Karena, perubahan zaman membawa perubahan pula dalam cara berpolitik.
Di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, dinamika pergerakan partai tidak lagi hanya ditandai dengan orasi di atas panggung, melainkan juga terlihat dari aktivitas para peserta yang mengoperasikan perangkat dan mengetik di papan ketik saat mengikuti ujian.
Sebanyak 200 kader dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari pusat kota hingga daerah perbatasan dan kawasan pertanian, berkumpul untuk membuktikan kelayakan mereka memimpin di tingkat akar rumput.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan partai berlogo banteng moncong putih tersebut dalam menghadapi tantangan zaman dan persaingan politik yang semakin dinamis.
Wakil Ketua DPC Bidang Pemilihan Umum Legislatif dan Eksekutif, Suntoro, menegaskan bahwa proses seleksi ini menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman dan kebijaksanaan dari kader senior dengan kemampuan dan wawasan baru dari generasi muda.
Ia menilai kolaborasi datiberbagai kalangan usia dan latar belakang menjadi energi baru bagi perkembangan partai. “Kita sedang menghadapi era globalisasi. Penjaringan ini bertujuan agar kepengurusan yang terbentuk nanti memiliki kualitas yang baik dan tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi,” ujarnya.
Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah keberagaman latar belakang peserta. Para calon Ketua PAC yang mengikuti seleksi tidak hanya berasal dari kalangan politisi, melainkan juga mencakup mantan kepala desa, pensiunan pegawai negeri sipil, pelaku usaha, hingga tokoh dari organisasi masyarakat besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Keberagaman ini mencerminkan sifat inklusif partai yang senantiasa merangkul seluruh komponen masyarakat. Dalam ujian tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga diuji dari sisi integritas dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Agar proses penilaian tetap berjalan secara cermat dan mendalam serta tidak sekadar formalitas, pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua gelombang. Pada sesi pagi, sebanyak 93 peserta dari tiga daerah pemilihan yang meliputi wilayah Kecamatan Brebes hingga Losari mengikuti ujian terlebih dahulu, sedangkan peserta lainnya menyusul pada sesi siang.











