BREBES – Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Brebes mendorong lahirnya berbagai inisiatif sosial untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui Program Dapur Desa Makan Bergizi Mandiri (MBM) yang digagas putra daerah Brebes, Agung Karyo.
Program tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan tasyakuran Tahun Baru Islam 1 Muharam yang digelar di halaman RM Sate Kambing Karyo, Jalur Pantura Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes, Rabu (17/6/2026).
Ratusan warga dan pengemudi ojek online (ojol) memadati lokasi untuk mengikuti sosialisasi sekaligus menikmati makan gratis yang disediakan panitia.
Sekitar 500 pengemudi ojol turut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka datang secara konvoi menggunakan sepeda motor dengan pengawalan dari Polres Brebes. Kepadatan peserta bahkan sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalur Pantura tersendat sesaat.
Dalam kegiatan itu, para peserta menikmati berbagai menu makanan bergizi, termasuk sate kambing khas Brebes yang menjadi sajian utama. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat begitu kental di tengah antrean warga yang ingin menikmati hidangan gratis.
Inisiator Dapur Desa MBM, Agung Karyo, mengaku tergerak membangun program tersebut karena keprihatinannya terhadap kondisi sosial ekonomi Brebes. Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai sentra bawang merah itu masih menghadapi persoalan serius berupa tingginya angka kemiskinan, pengangguran, hingga kemiskinan ekstrem.
“Sebagai putra daerah, saya merasa prihatin melihat kondisi Brebes saat ini. Angka kemiskinan masih tinggi, pengangguran juga besar. Karena itu saya ingin melakukan sesuatu yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Agung menjelaskan, Dapur Desa MBM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyedia makanan gratis bagi warga yang membutuhkan. Program tersebut juga dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan desa.
“Kalau masyarakat lapar, tentu akan sulit berpikir dan bekerja secara optimal. Karena itu, kami ingin memastikan kebutuhan dasar berupa makanan bergizi bisa lebih mudah diakses masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Agung menargetkan setiap desa di masa depan memiliki satu dapur yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Dengan konsep tersebut, warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dapat ikut berkontribusi membantu warga lain yang membutuhkan.
Beranda
Pantura
Brebes Masih Dibayangi Kemiskinan dan Pengangguran, Agung Karyo Bangun Dapur Desa MBM
Brebes Masih Dibayangi Kemiskinan dan Pengangguran, Agung Karyo Bangun Dapur Desa MBM









