Pengunduran Diri Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas PBSI
JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Tunggal putri andalan, Gregoria Mariska Tunjung, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI per Jumat 15 Mei 2026. Keputusan ini diambil untuk fokus sepenuhnya pada proses pemulihan kesehatan, terutama gangguan vertigo yang dialaminya sejak tahun lalu.
Kondisi kesehatan Gregoria mulai menjadi tantangan serius sejak April 2025. Penyakit vertigo yang kerap kambuh tidak hanya mengganggu kebugarannya saat bertanding, tetapi juga menghambat intensitas latihannya di lapangan. Akibatnya, kiprah Jorji di berbagai turnamen internasional sempat tersendat. Sejak batal memperkuat tim Indonesia di Sudirman Cup 2025, ia hanya mampu mengikuti tujuh turnamen.
Penampilan terakhirnya adalah pada ajang beregu SEA Games, yang kini menjadi penutup manis dari perjalanan panjangnya di Pelatnas. Bergabung sejak tahun 2014, Gregoria telah menghabiskan 12 tahun masa mudanya di bawah naungan PBSI.
Memulai karier dari grup potensi, atlet asal Wonogiri ini tumbuh menjadi sosok yang membangkitkan kembali sektor tunggal putri Indonesia yang sempat dianggap “suram”. Beberapa pencapaian monumental Gregoria antara lain:
- Juara Dunia Junior 2017: Memecahkan dahaga gelar tunggal putri di level junior.
- Medali Perak Uber Cup: Menjadi motor penggerak tim putri Indonesia.
- Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024: Pencapaian tertinggi yang membuktikan kualitasnya di level dunia.
- Ranking 10 Besar Dunia: Menjadi tunggal putri Indonesia pertama dalam satu dekade terakhir yang menembus jajaran elit dunia.
Mengingat statusnya sebagai pemain top dunia, PBSI telah mengajukan proteksi peringkat (ranking protection) untuk Gregoria yang berlaku sejak 30 Desember 2025. Proteksi ini akan berlaku minimal tiga bulan hingga satu tahun. Artinya, jika nantinya Gregoria memutuskan untuk kembali berkompetisi setelah pulih, ia tetap dapat menggunakan peringkat lamanya untuk mendaftar di turnamen-turnamen level tinggi (BWF World Tour).
Mundurnya Gregoria meninggalkan warisan berharga bagi adik-adik kelasnya. Sektor tunggal putri kini telah kembali bergairah dan kompetitif. Tongkat estafet perjuangan kini diteruskan oleh nama-nama potensial seperti Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani, dan Wiryawan yang belakangan ini tampil impresif.
PP PBSI menghormati keputusan Gregoria. Terima kasih atas setiap perjuangan, pengorbanan, dan inspirasi yang telah diberikan untuk bulu tangkis Indonesia. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan masa depan atlet, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.







