Persis Solo Kembali Gagal Menang di Kandang
JAKARTA – Persis Solo kembali gagal memanfaatkan laga kandang setelah bermain imbang 0-0 melawan Persebaya Surabaya dalam pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Hasil ini membuat peluang Laskar Sambernyawa untuk keluar dari zona degradasi semakin berat karena mereka masih tertahan di posisi ke-16 dengan koleksi 28 poin.
Kini, Persis Solo harus menghadapi tekanan yang semakin besar mengingat persaingan di papan bawah sangat ketat. Tim asuhan Milomir Seslija masih tertinggal tiga poin dari Persijap Jepara yang berada di batas aman klasemen dengan 31 poin. Sementara itu, Madura United FC juga menjadi ancaman serius karena berada di posisi ke-14 dengan 32 poin.
Jika Persijap Jepara berhasil meraih kemenangan dalam laga pekan ke-32 melawan Persita Tangerang, jarak poin dengan Persis Solo bisa semakin melebar menjelang dua laga terakhir musim ini. Hal ini membuat situasi semakin rumit bagi Persis Solo yang kini hanya memiliki dua pertandingan tersisa.
Evaluasi Pelatih dan Performa Tim
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui bahwa hasil imbang melawan Persebaya tidak sesuai dengan target timnya. Ia menilai para pemain tidak memulai pertandingan dengan baik sehingga beberapa instruksi tidak berjalan maksimal pada awal laga. Menurut Milo, permainan Persis Solo baru mulai berkembang pada 15 menit terakhir babak pertama.
Pada babak kedua, Persis Solo tampil lebih dominan dibanding tamu asal Surabaya. Meski demikian, mereka kesulitan mencetak gol. Beberapa momen terburu-buru dari para pemain menyebabkan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari jika lebih sabar.
Dominasi penguasaan bola dan tekanan yang dibangun oleh Persis Solo ternyata belum cukup untuk membongkar pertahanan Persebaya. Beberapa peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol, sehingga laga harus berakhir tanpa pemenang.
Persebaya Surabaya Tampil Disiplin
Milomir Seslija juga mengakui bahwa Persebaya Surabaya adalah lawan yang sulit ditaklukkan. Ia menilai Green Force memiliki kualitas pemain yang sangat baik sehingga mampu membuat Persis Solo kesulitan mencetak gol meski tampil dominan di babak kedua.
Persebaya Surabaya memang tampil cukup disiplin sepanjang pertandingan. Tim tamu mampu menjaga organisasi permainan dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang membuat lini belakang Persis Solo tetap waspada.
Atmosfer Stadion Manahan juga berlangsung cukup panas sepanjang pertandingan. Dukungan ribuan suporter tuan rumah terus menggema demi memberi motivasi tambahan kepada pemain Persis Solo untuk meraih kemenangan penting.
Dua Laga Terakhir Jadi Penentu Nasib
Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, tekanan terhadap Persis Solo dipastikan semakin besar. Setiap poin kini sangat menentukan nasib mereka di akhir musim Super League 2025/2026.
Milomir Seslija memastikan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya akan menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih. Ia juga mengapresiasi dukungan suporter yang terus memberikan semangat kepada pemain sepanjang pertandingan berlangsung.
Persis Solo kini tidak memiliki banyak pilihan selain tampil maksimal pada dua laga tersisa. Jika kembali kehilangan poin, peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia bisa semakin sulit diwujudkan.
Situasi klasemen yang masih sangat ketat membuat persaingan papan bawah diprediksi berlangsung dramatis hingga pekan terakhir. Persis Solo wajib segera menemukan ketajaman lini serang jika ingin menjaga asa bertahan di Super League musim depan.












