Perubahan Regulasi MotoGP yang Mengundang Kontroversi
JAKARTA – MotoGP kembali mengumumkan lima poin perubahan terkait regulasi olahraga dan teknis. Salah satu aturan yang menjadi sorotan adalah penghapusan jatah wildcard bagi semua pabrikan mulai musim 2027 mendatang. Perubahan ini memicu berbagai reaksi dari para pabrikan, pembalap, hingga penggemar balap motor.
Penghapusan jatah wildcard ini dilakukan dalam konteks negosiasi kontrak baru dengan pabrikan yang belum selesai. Aturan baru ini diambil oleh Komisi Grand Prix pada Kamis (30/4/2026). Jatah wildcard memiliki peran penting dalam pengembangan pembalap muda serta program uji coba. Dengan adanya jatah tersebut, pabrikan dapat menurunkan pembalap ekstra untuk mencoba berbagai strategi dan teknologi dalam balapan.
Saat ini, MotoGP membagi jatah wildcard berdasarkan posisi pabrikan dalam kelas-kelas konsesi. Pabrikan di grup teratas seperti Ducati tidak diberikan jatah wildcard. Sementara itu, pabrikan terbawah seperti Yamaha mendapatkan 6 kesempatan dalam semusim. Namun, aturan ini akan berubah secara total mulai tahun depan.
Selain sebagai sarana pengembangan, jatah wildcard juga sering digunakan untuk memberikan kesempatan kepada pembalap potensial yang berasal dari luar line-up resmi. Contohnya, kasus Norifumi Abe yang tampil sebagai wildcard pada GP Jepang 1994. Aksi luar biasanya membuat Valentino Rossi, salah satu legenda MotoGP, terinspirasi untuk menjalani karier balap motor.
Rossi mengungkapkan bahwa aksi Abe dalam balapan sangat memukau. Bahkan, ia menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menonton rekaman balapannya sebelum pergi ke sekolah. Penghargaan terhadap Abe kemudian diwujudkan melalui panggilan Rossifumi yang ia gunakan sebelum julukan The Doctor.
Di sisi lain, jatah wildcard juga bisa menjadi peluang bagi pembalap yang ingin melakukan comeback setelah pensiun lebih cepat. Contohnya Dani Pedrosa yang berhasil meraih podium pada Sprint GP Spanyol 2024. Meskipun begitu, penghapusan jatah wildcard ini masih memerlukan persetujuan dari para pabrikan yang berlaga, yaitu Ducati, KTM, Honda, Yamaha, dan Aprilia.
KTM menjadi salah satu pabrikan yang tidak sepakat dengan aturan ini. Hal ini dikarenakan tim satelit mereka, Tech3, akan bergabung dengan Honda. Selain itu, penghapusan jatah wildcard terjadi setelah muncul kabar bahwa MotoGP mendorong setiap tim agar memiliki pembalap cadangan, seperti yang dilakukan Formula 1.
Untuk musim ini, para pabrikan tetap mendapatkan haknya dalam menggunakan jatah wildcard, meski dengan syarat tidak boleh tampil menggunakan motor spesifikasi tahun depan. Tahun depan, MotoGP akan beralih ke motor purwarupa bermesin 850cc, yang merupakan penurunan dari 1000cc yang selama ini menjadi standar.
Perubahan lain yang segera diberlakukan mencakup aturan prosedur start tertunda di kelas MotoGP, penggunaan monitor detak jantung di kelas Moto2 dan Moto3, serta sistem monitor tekanan ban yang tetap dipertahankan di kelas MotoGP untuk musim 2027. Semua perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetisi dan keselamatan dalam balapan.












