BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tertinggal dalam akses pendidikan.
Hal itu dia disampaikan saat meluncurkan Program Arjuna di SD Negeri Klampok 01, Kecamatan Wanasari, Kamis (30/4/2026). Menurut Paramitha, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.
Karena itu, kehadiran Program Arjuna yang mengusung prinsip akselerasi, responsif, jaminan layanan, universal, dan nondiskriminatif harus menjadi solusi nyata dalam memperkuat pendidikan inklusif di Brebes.
“Tidak boleh ada lagi anak yang merasa tertinggal atau terpinggirkan. Semua harus kita rangkul, kita dampingi, dan kita beri kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada konsep, melainkan pada komitmen bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar layanan pendidikan inklusif dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Paramitha juga berharap Program Arjuna mampu membuka akses yang lebih luas bagi ABK untuk bersekolah di lembaga pendidikan reguler. Dengan begitu, kesetaraan dalam pendidikan benar-benar terwujud di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.
“Program ini harus menjadi terobosan yang memudahkan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang setara, di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Melalui peluncuran ini, Pemkab Brebes menegaskan arah kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan kebutuhan seluruh anak sebagai prioritas utama.












