TEGAL – Universitas Harkat Negeri Tegal bekerja sama dengan Rujak Center for Urban Studies meluncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir (PKPP), Kamis (23/4/2026). Kehadiran pusat kajian ini menjadi respons atas kompleksitas persoalan kawasan pesisir yang berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Peresmian PKPP berlangsung di kampus Universitas Harkat Negeri Tegal. Acara ini dihadiri Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja, Direktur PKPP Marco Kusumawijaya, serta perwakilan Pemerintah Kota Tegal, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menjelaskan bahwa pendirian PKPP memiliki dua tujuan strategis, yakni menangani persoalan ekologis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi budaya pesisir.
“PKPP merupakan pusat studi pertama yang didirikan dan menjadi yang kedua diresmikan setelah Pusat Studi Sustainabilitas pada Januari 2026. Kota Tegal sebagai kota sekunder sekaligus kota pesisir dipilih sebagai pusat riset yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kota-kota lain di Indonesia maupun dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penguatan literasi, interaksi lintas sektor, dan aksi nyata dinilai penting untuk mencetak pemimpin dengan kemampuan strategis dan implementatif.
PKPP dibentuk sebagai wadah pengembangan pengetahuan, pembelajaran, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas kota-kota pesisir, khususnya kota sekunder yang mengalami pertumbuhan pesat namun rentan terhadap risiko perubahan iklim.
Direktur PKPP, Marco Kusumawijaya, mengungkapkan tantangan kawasan pesisir di Indonesia sangat besar. Saat ini terdapat lebih dari 8.000 desa yang berbatasan langsung dengan laut dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 16 juta jiwa.
Selain itu, terdapat sedikitnya 219 kabupaten/kota pesisir, dan sekitar 132 juta jiwa atau 60 persen populasi Indonesia tinggal dalam radius 50 kilometer dari garis pantai.
“Mereka adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dalam 20 tahun terakhir, kenaikan permukaan air laut telah memicu banjir rob, kerusakan ekosistem, hingga terganggunya pola produksi masyarakat pesisir,” jelasnya.
Menurut Marco, kawasan pesisir merupakan ruang kehidupan yang sangat penting dalam konteks geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, diperlukan perhatian serius dan kolaborasi multipihak untuk menjaga keberlanjutannya.
Beranda
Pendidikan
Gandeng Rujak Center, Universitas Harkat Negeri Luncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir
Gandeng Rujak Center, Universitas Harkat Negeri Luncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir

Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Brebes mengeluhkan tugas rangkap sebagai pelaksana tugas atau…

Sebanyak 434 satuan pendidikan di Brebes masuk program revitalisasi 2026. Anggarannya bervariasi, mulai Rp175 juta hingga Rp2 miliar per sekolah.

DPRD Brebes menemukan persoalan konstruksi saat sidak revitalisasi SMPN 1 Banjarharjo. Pemasangan baja ringan yang dinilai keliru diminta segera dibongkar dan diperbaiki.

TEGAL — Upaya mewujudkan layanan publik yang inklusif dan adaptif terus diperkuat melalui Workshop Penyusunan…

TEGAL – Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengembangkan layanan Call Center 112 berbasis video untuk memudahkan…







