Ratusan Emak-emak di Brebes Ngamuk, Bongkar Warung Obat Terlarang di Jalur Pantura

Warung Aceh Brebes
Warga yang didominasi emak-emak membongkar warung yang dicurigai menjual obat terlarang. (Foto: Istimewa)

BREBES – Aksi nekat dilakukan oleh ratusan warga yang didominasi oleh emak-emak di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 5 Juni 2026 siang. Mereka melakukan pembongkaran warung yang dicurigai menjual obat terlarang.

Aksi mereka dilakukan karena geram dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar anak muda dan remaja. Massa mengamuk dan membongkar paksa sebuah warung misterius yang diduga menjadi sarang transaksi barang haram tersebut. Aksi massa ini terjadi di wilayah Desa Karangsari, tepat di depan SMAN 1 Bulakamba.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp, ratusan emak-emak dari Desa Kluwut dan Grinting awalnya berdiri berjejer di pinggir jalan raya sembari membentangkan spanduk protes berukuran besar.

Spanduk-spanduk tersebut bertuliskan penolakan keras terhadap peredaran obat terlarang demi menyelamatkan masa depan anak cucu mereka. Situasi yang semula kondusif berubah memanas saat massa merangsek masuk ke area pemukiman di belakang bangunan utama.

Mereka merobohkan pagar bambu dan menjebol dinding kayu bangunan yang kerap dijuluki “Warung Aceh” tersebut. Aksi mereka dilakukan karena penjualan obat terlarang sudah dilakukan terang-terangan tanpa tindakan dari aparat penegak hukum.

Warga yang didominasi emak-emak membongkar warung yang dicurigai menjual obat terlarang. (Foto: Istimewa)

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Pasalnya, dinilai sangat lambat merespons laporan dan aduan yang sudah berulang kali dilayangkan oleh masyarakat setempat.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun tindakan anarkis lanjutan yang mengarah pada bentrokan fisik. Kendati demikian, warga menuntut pihak kepolisian untuk segera turun tangan mengamankan lokasi dan mengusut tuntas jaringan pengedar obat ilegal tersebut sebelum massa kembali bergerak dengan jumlah yang lebih besar.