Dulu Ekstrem dan Sempit, Jalan Ciawi-Banjarsari Brebes Kini Mulus

Jalan poros Ciawi-Banjarsari di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, kini lebih lebar dan mulus
Jalan poros Ciawi-Banjarsari di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, kini lebih lebar dan mulus setelah dilakukan peningkatan jalan sepanjang 4,6 kilometer pada 2026. (Foto: Istimewa)

Selain ruas Ciawi-Banjarsari, Pemkab Brebes juga telah menyelesaikan peningkatan sejumlah jalan poros strategis lainnya. Di antaranya ruas Gegerkunci-Cenang, Jagalempeni-Tegalgandu, serta Petunjungan-Banjaratma.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan pembenahan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan sehingga pembangunan dan peningkatan jalan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas.

Meski demikian, akses jalan di wilayah pelosok tetap menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Bagi warga Ciawi, Cibentang dan Banjarsari, perubahan ruas tersebut bukan sekadar soal aspal baru.

Baca Juga:  Lantik 156 ASN, Bupati Paramitha Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Jalan yang lebih lebar dan aman diharapkan membuka akses yang lebih mudah menuju pusat ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan dan wilayah lain. Jalur yang sebelumnya dikenal ekstrem kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, CEO PT Andalan Beton, Ajie Fajar Islam Ardian selalu pelaksana pekerjaan mengatakan, menjadi tantangan tersendiri bagi vendor atau suplier beton dari Andalan Beton. Volume muatan pun hanya sanggup diisi 60 persen dari kapasitas gentong mixer yang ada.

Baca Juga:  KPK Sosialisasi Antikorupsi untuk Eksekutif dan Legislatif Brebes, Ini Respon Bupati Paramitha

“Kami sampai harus melaksanakan pengecoran dengan sistem estafet, di mana pekerjaan beton dimulai dulu di awal tiap 500 meter, setelah 500 meter selesai, tunggu umur beton 4-7hari. Setelah diuji cukup, kami melakukan pengecoran lagi dengan menginjak beton yang sdh digelar,” katanya.

Direktur PT Andalan Beton, Efrizal menambahkan, mengatakan, penanganan tersebut terpaksa harus dilakukan sampai pihak vendor harus mempersiapkan beton fastrack agar beton bisa cepat digunakan.

“Nilai pekerjaan Rp 9,4 miliar yang bersumber DAK. Pekerjaan ini sudah direncanakan sejak tahun 2024 namun karena terjadi pemangkasan anggaran dari pusat baru terlaksana di 2026. Proyek yang diprediksi tidak selesai, Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu. Penanganan 4,25 km dengan materi pekerjaan 300 meter aspal dan sisanya beton,” tandasnya.