Enam Tuntutan Mahasiswa Demo di Tegal: Dari Harga BBM hingga Penghentian Represifitas

Demo Mahasiswa Tegal
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tegal Raya menggelar aksi unjuk rasa di seputar Jalan Pancasila, Kota Tegal. (Foto: Istimewa)

Menanggapi tuntutan terkait Program Makan Bergizi Gratis, Dedy Yon menjelaskan pelaksanaannya di Kota Tegal masih dilakukan secara bertahap karena keterbatasan fasilitas pendukung.

Saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia baru mencapai 31 unit dan masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Dedy juga mengungkapkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kota Tegal baru terealisasi di sembilan titik karena keterbatasan aset milik pemerintah daerah.

Sementara itu, terkait sistem perizinan usaha melalui Online Single Submission (OSS) maupun sejumlah kebijakan strategis lainnya, Dedy Yon menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kendati demikian, Pemerintah Kota Tegal siap meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang dipimpin Ketua BEM UPS Tegal, M. Arsy. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memberikan ultimatum kepada pemerintah agar menindaklanjuti tuntutan mereka dalam waktu tiga hari.

“Kami memberikan waktu tiga hari kepada pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi yang kami sampaikan. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.

Aksi berlangsung kondusif hingga selesai dengan pengawalan aparat keamanan dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal.