Harga Garam di Brebes Anjlok Jadi Rp 700 per Kg, Petani Sebut Harga Tak Wajar

Harga Garam Brebes
Petani garam di Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari, Brebes melakukan panen saat musim kemarau. (Foto: Istimewa)

BREBES – Sejumlah petani garam di Kabupaten Brebes mengeluh harga yang sejak beberapa pekan terakhir mengalami penurunan. Saat ini, harga garam di tingkat petani hanya Rp 40 ribu per karung (berisi 55 Kilogram) atau Rp 700 per kg.

Petani garam asal Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari Hasan Firdaus mengatakan, harga garam saat ini hanya Rp 40 ribu per karung dengan berat 55 kilogram. Penurunan harga terjadi hampir setiap hari.

“Sebelumnya harga masih Rp70 ribu per karung, lalu turun menjadi Rp60 ribu, Rp55 ribu, Rp50 ribu, dan sekarang tinggal Rp40 ribu. Dan turunya setiap hari,” ungkapnya, Rabu (29/7/2026).

Dia menilai, penurunan harga garam di Kabupaten Brebes ini dinilai tidak wajar. Karena gudang penyimpanan garam di Brebes saat ini masih kosong. Produksi garam juga belum melimpah lantaran sebagian besar petani diperkirakan baru memasuki masa panen pada pertengahan Agustus 2026.

Ia menduga merosotnya harga dipengaruhi mulai masuknya hasil panen garam dari sejumlah daerah lain, seperti Madura, Rembang, Pati, dan Cirebon. “Kalau dulu ada penampung garam yang datang langsung ke sini dan bisa membeli dengan harga cukup tinggi. Namun sekarang sepi,” terangnya.

Hasan juga mengaku saat ini hampir tidak ada tengkulak yang datang membeli garam langsung ke lokasi tambak. Padahal menurutnya, stok garam hasil produksi sebelumnya juga tidak menumpuk di gudang karena sempat terkendala hujan.

“Yang membuat kami bingung, gudangnya kosong, stok tidak banyak, tengkulak juga tidak ada yang datang, tapi harga justru terus turun,” katanya.

Para petani berharap pemerintah daerah bisa segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi. Mereka meminta adanya langkah nyata agar harga garam kembali stabil sehingga petani tidak mengalami kerugian menjelang panen raya.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Sekarang saja belum panen raya, tetapi harga sudah jatuh. Kalau dibiarkan, petani garam akan semakin kesulitan,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan petani garam lainnya Ahmad Yani. Dia berharap pemerintah bisa segera turun ke lapangan sehingga bisa mengatasi permasalahan harga garam yang turun saat ini.

“Ya harapannya pemerintah turun ke lapangan dalam mengatasi harga garam yang turun,” ucapnya.

Baca Juga:  Tiga Tahun Petani Garam di Brebes Stop Produksi, Sekali Panen Harga Merosot