Kartu Merah: Arema FC Paling Kasar, Semua Harus Belajar dari Borneo FC!

Evaluasi Indisipliner Pemain di Kompetisi Super League 2025/2026

JAKARTA – Kompetisi Super League 2025/2026 telah berakhir, namun evaluasi terhadap performa setiap tim tetap menjadi hal penting. Tidak hanya menilai hasil akhir, para kontestan juga perlu meninjau berbagai aspek, termasuk tingkat keindisiplinan pemain. Hal ini terutama berkaitan dengan jumlah kartu merah dan kuning yang diterima oleh masing-masing klub sepanjang musim.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Arema FC menjadi tim dengan catatan indisipliner paling buruk dalam kompetisi ini. Mereka mencatatkan total 9 kartu merah, baik yang diberikan secara langsung maupun akibat akumulasi kartu kuning. Jumlah ini lebih tinggi satu kartu dibandingkan Persijap Jepara dan Persija Jakarta yang masing-masing mendapatkan 8 kartu merah.

Contoh nyata dari situasi ini bisa dilihat pada Persija Jakarta. Dalam beberapa pertandingan, pemain seperti Allano Lima, Rio Fahmi, Jordi Amat (yang mendapat dua kartu merah), Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman harus meninggalkan lapangan akibat pelanggaran. Hukuman tersebut tentu saja mengganggu kesiapan tim, karena pemain yang terkena larangan bertanding tidak bisa tampil di pertandingan selanjutnya.

Di sisi lain, Borneo FC menjadi contoh yang sangat berbeda. Tim yang akrab disapa Pesut Etam ini berhasil menjaga disiplin pemain mereka sepanjang musim. Mereka bahkan tidak pernah menerima satu pun kartu merah. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi pelatih, karena semua pemain tersedia dalam susunan starting eleven tanpa harus khawatir tentang hukuman larangan tampil.

Kehadiran seluruh pemain membuat Borneo FC memiliki skuad yang siap tempur. Meskipun gagal memenangkan gelar juara, mereka hanya kalah head-to-head dari Persib Bandung yang berhasil meraih gelar ketiga kalinya dalam sejarah. Namun, bagaimana langkah klub-klub lain untuk mengikuti jejak Borneo FC?

Daftar Klub dengan Kartu Merah Terbanyak

Berikut adalah daftar klub yang paling sering menerima kartu merah sepanjang musim:

  • Arema FC – 9
  • Persijap Jepara – 8
  • Persija Jakarta – 8
  • PSM Makassar – 7
  • Persebaya Surabaya – 7
  • Madura United – 6
  • Persib Bandung – 6
  • Persita – 5
  • PSIM Yogyakarta – 5
  • Persik Kediri – 5
  • Bhayangkara FC – 4
  • Dewa United – 4
  • Bali United – 4
  • PSBS Biak – 3
  • Persis Solo – 3
  • Malut United – 3
  • Semen Padang – 3
  • Borneo FC – 0

Dari data ini, jelas terlihat bahwa Borneo FC menjadi satu-satunya klub yang tidak pernah menerima kartu merah sepanjang musim. Ini membuktikan bahwa disiplin pemain dan manajemen tim dapat memengaruhi performa keseluruhan. Klub-klub lain tentu bisa belajar dari pengalaman Borneo FC untuk meningkatkan kedisiplinan dan meminimalkan risiko hukuman yang mengganggu strategi tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *