Kusriyati, Tukang Parkir Lansia Gagalkan Pencurian Rp 3,6 M dapat Imbalan Rp 100 Ribu untuk 4 Orang

Tukang Parkir Brebes
Kesaksian seorang tukang parkir, Kusriyati usai menggagalkan aksi pencurian uang milik nasabah bank di Kabupaten Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Perempuan lansia yang menjadi tukang parkir berhasil menggagalkan aksi pencurian uang nasabah bank dengan modus pecah kaca di Brebes. Dia mengaku diberi uang ‘terima kasih’ oleh korban Rp 100 ribu yang dibagikan kepada 3 rekan lainnya.

Dia adalah Kusriyati (65), juru parkir di Jalan Ahmad Yani Brebes yang berlokasi di dekat kawasan perbankan. Perempuan lansia 5 anak ini sudah lama ditinggal mati Darpin, suaminya. Ia pun harus banting tulang menjadi juru parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain bekerja sebagai juru parkir, Kusriyati juga menjual aneka minuman. Pekerjaan sampingan ini ditekuni untuk menambah penghasilan keluarga. Hal ini karena wilayah parkir tempat kerjanya hanya menyisakan berberapa meter.

“Wilayah parkir saya sekarang cuma beberapa meter. Dibagi sama tukang parkir lain. (Wilayah) Saya cuma sepetak ini, seberang kantor bank,” ujar dia ditemui wartawan di lokasi kerja, Rabu (17/6/2026) siang.

Saol aksi pencurian modus pecah kaca, dia bercerita, awalnya melihat ada orang memukul kaca mobil Pajero Sport hingga pecah. Tidak lama, dia berteriak setelah melihat orang tersebut berusaha menggondol kantong berisi uang.

“Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri… pencuri…,” kata Kusriyati.

Teriakan Kusriyati menarik perhatian warga sekitar. Situasi yang mendadak ramai membuat pelaku panik dan tidak sempat membawa kabur uang yang telah diambil.

Menurut Kusriyati, pembonceng motor sempat terseret beberapa meter saat hendak membawa bungkusan yang sambil berpegangan pada motor yang melaju kencang.

Akibatnya, sebagian uang bahkan sempat tercecer di jalan sebelum akhirnya berhasil diamankan kembali. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah barat melawan arus.

“Uangnya sudah diambil, terus mau kabur setelah diteriaki. Pembonceng itu mau bawa uang sambil berusaha menaiki motor sampai terseret,” lanjut Kusriyati.