Mobil Diesel Beralih ke Pertamina Dex, ini Dampaknya

Perubahan Penggunaan Bahan Bakar pada Mobil Diesel: Dampak yang Perlu Diperhatikan

JAKARTA – Mengganti jenis bahan bakar yang digunakan pada mobil diesel dari Pertamina Dex ke Biosolar bisa menjadi langkah yang diambil oleh sebagian pengguna. Namun, hal ini tidak tanpa konsekuensi. Penurunan kualitas bahan bakar dapat memengaruhi performa mesin dan komponen-komponen penting dalam kendaraan.

Harga minyak dunia yang terus meningkat akibat kondisi ekonomi global yang tidak stabil juga berdampak pada harga bahan bakar di dalam negeri. Salah satu contohnya adalah Pertamina Dexlite yang dibanderol dengan harga Rp 23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp 23.900 per liter. Hal ini membuat pengguna mobil diesel harus menyiapkan anggaran tambahan untuk mengisi bahan bakar.

Jika mobil yang sebelumnya menggunakan Pertamina Dex kemudian beralih ke Biosolar, maka akan ada beberapa dampak teknis yang muncul. Menurut Erick Budiman, pemilik bengkel Jakarta Diesel Squad (JDS), penurunan kualitas bahan bakar dapat menyebabkan masalah pada komponen mesin, terutama injektor. Pada mobil dengan teknologi modern seperti commonrail, masalah ini lebih rentan terjadi.

Kadar sulfur yang tinggi pada Biosolar, yaitu mencapai 2.500 ppm, dapat merusak komponen-komponen penting dalam sistem injeksi. Kotoran yang terkandung dalam bahan bakar yang berkualitas lebih rendah dapat menyumbat lubang injektor, sehingga memengaruhi efisiensi mesin dan tenaga yang dihasilkan.

Selain itu, kadar cetane pada Biosolar hanya sebesar 48, sedangkan pada Pertamina Dex mencapai 51. Kadar cetane yang lebih tinggi memberikan efek pembakaran yang lebih baik, sehingga memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan. Jika mobil jarang digunakan, penggunaan Biosolar juga dapat menyebabkan endapan menumpuk di dalam tangki bahan bakar.

Masalah lain yang sering muncul adalah filter solar yang lebih cepat kotor ketika menggunakan Biosolar dibandingkan Pertamina Dex. Hal ini mempercepat proses perawatan dan penggantian filter, yang tentunya berdampak pada biaya pemeliharaan kendaraan.

Beberapa artikel terkait menunjukkan bahwa penggunaan Biosolar pada mobil diesel memiliki risiko yang cukup signifikan. Misalnya, komponen seperti injektor dan filter solar cenderung lebih cepat rusak. Oleh karena itu, penting bagi pengguna mobil diesel untuk mempertimbangkan kembali penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Dalam rangka menjaga kesehatan mesin dan memperpanjang umur kendaraan, disarankan untuk tetap menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Selain itu, rutin melakukan perawatan seperti penggantian filter solar juga sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *