BREBES – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum dirasakan dampak oleh pengrajin tahu di Kabupaten Brebes. Meski demikian, pengrajin tahu di Brebes siap menyiapkan strategi jika ada kenaikan harga kedelai lantaran nilai rupiah melemah.
Produsen tahu di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes Rukun Kurnia (52) mengatakan, untuk saat ini harga kedelai yang ia beli masih dikisarkan Rp10.300 per kilogram. “Saat ini belum ada, belum ada dampaknya gitu. Mungkin karena itu stok lama mungkin,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).
Dia juga menceritakan, beberapa tahun yang lalu dirinya juga sempat membeli kedelai dengan harga Rp14 ribu per kilogram. Namun, sudah satu bulan ini harga kedelai yang ia beli dikisarkan Rp10.300 per kilogram. “Kalau sebelum sepuluh ribu itu, harga kedelai di kisarkan delapan ribu rupiah,” terangnya.
Dia berharap, meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan kenaikan harga kedelai tidak memberatkan produsen tahu. Jika ada kenaikan, dari Rp10.300 kemungkinan akan naik menjadi Rp11 ribu hingga Rp12 ribu.
Adapun strategi jika ada kenaikan harga kedelai telah ia siapkan. Salah satunya yakni dengan mengurangi ukuran tahu yang bisa dia produksi. Sedangkan untuk pendistribusian dijual dengan cara keliling, ke pasar dan mengisi kebutuhan untuk keperluan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Paling-paling mengurangi ukurannya. Insyaallah untuk pelanggan tidak berkurang,” ucapnya.
Sementara itu, pedagang tahu keliling Supriyanto mengaku untuk saat ini tahu yang dibeli di tingkat produsen masih sama, yaitu Rp500 per butir. Dia mangku, belum ada dampak dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah saat ini.
“Belum ada kenaikan. Untuk harga lima ratus per tahu itu sudah sejak lama,” pungkasnya.
Beranda
Ekonomi
Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu di Brebes Bakal Perkecil Ukuran Jika Harga Kedelai Naik
Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu di Brebes Bakal Perkecil Ukuran Jika Harga Kedelai Naik





