Momentum Positif Aprilia di Sirkuit Barcelona-Catalunya
JAKARTA – Aprilia tiba di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini dengan momentum yang sangat positif. Pabrikan asal Noale tersebut baru saja mencetak hasil bersejarah di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pekan lalu (11/5/2026) dengan menyapu bersih podium lewat Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Hasil ini semakin memperkuat posisi Aprilia dalam persaingan MotoGP musim ini.
Bezzecchi masih memimpin klasemen sementara dengan 128 poin. Namun, dia kini hanya unggul satu poin dari Martin. Sementara itu, pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, berada di posisi ketiga dan tertinggal lebih dari 40 poin. Situasi ini membuat persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini mulai bergerak menjadi duel antara duo Aprilia.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengatakan bahwa saat ini Aprilia adalah motor yang harus dikalahkan. Namun, menurutnya, masih terlalu dini untuk menyebut bahwa pertarungan telah selesai. “Masih ada Pedro Acosta (KTM) dan Di Giannantonio yang bisa menjadi ancaman,” ujarnya.
Aturan Internal yang Menjaga Keseimbangan Tim
Meski persaingan internal di Aprilia semakin ketat, Rivola melihat situasi dalam tim tetap sehat. Ia memuji sikap Martin dan Bezzecchi yang selama ini saling menghormati. “Kami memiliki dua pembalap yang bukan hanya cepat, tetapi juga sangat profesional. Saya rasa mereka akan saling menghormati,” katanya.
Aprilia juga memiliki aturan internal yang disebut sebagai ‘Black Rules’. Inti dari aturan ini adalah menjaga rasa hormat antar sesama rekan setim. “Satu-satunya aturan kami adalah rasa hormat. Ketika rasa hormat hilang di antara dua pembalap, itu akan langsung terlihat,” tambah Rivola.
Tantangan Grip Rendah di Sirkuit Catalunya
Meski tampak dominan, Aprilia tidak akan mudah menguasai Sirkuit Barcelona-Catalunya. Sirkuit yang berada di Montmelo ini memiliki karakteristik grip rendah, sehingga pembalap harus sangat hati-hati dalam menjaga ban belakang agar tidak cepat rusak.
Aleix Espargaro, yang pernah memenangi balapan di sana bersama Aprilia pada 2023, mengatakan bahwa jika langsung tancap gas, motor akan spin dan sulit mendapatkan traksi kembali. “Terutama dengan ban baru, sangat sulit memahami di mana bisa berakselerasi,” ujarnya.
Potensi Alex Marquez di Sirkuit Catalunya
Karakteristik sirkuit ini membuat Alex Marquez disebut-sebut sebagai salah satu unggulan utama akhir pekan ini. Pembalap asal Cervera, yang hanya berjarak satu setengah jam dari sirkuit, dikenal sangat kuat di tikungan panjang Catalunya dan mampu menjaga ban belakang dengan baik.
Alex Marquez memiliki catatan impresif di Barcelona. Tahun lalu, ia berhasil memenangi GP Catalunya. Sebelumnya, ia juga pernah menang di sana pada kelas Moto3 dan Moto2. “Senang rasanya balapan di Barcelona lebih cepat pada tahun ini sehingga bisa menebus hasil balapan sebelumnya,” ujarnya.
Juara Catalunya Jarang Berujung Juara Dunia
Dalam satu dekade terakhir, hanya satu pembalap yang mampu memenangkan Grand Prix Catalunya sekaligus merebut gelar juara dunia pada musim yang sama, yaitu Marc Marquez pada 2019. Musim ini, Marc dipastikan absen di Catalunya karena masih menjalani pemulihan usai operasi bahu dan kaki kanan.
Berikut daftar juara GP Catalunya dan juara dunia MotoGP dalam beberapa tahun terakhir:
- 2025: Alex Marquez – Marc Marquez
- 2024: Francesco Bagnaia – Jorge Martin
- 2023: Aleix Espargaro – Francesco Bagnaia
- 2022: Fabio Quartararo – Francesco Bagnaia
- 2021: Miguel Oliveira – Fabio Quartararo
- 2020: Fabio Quartararo – Joan Mir
- 2019: Marc Marquez – Marc Marquez
- 2018: Jorge Lorenzo – Marc Marquez
- 2017: Andrea Dovizioso – Marc Marquez
- 2016: Valentino Rossi – Marc Marquez












