Brebes Jadi Penyalur Terbanyak Kredit Rumah Subsidi di Jateng, Realisasi Capai Rp 131,5 Miliar

Kredit Perumahan Brebes
Agenda kolaborasi pembiayaan perumahan di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Berdasarkan data awal tahun 2026, Kabupaten Brebes menonjol sebagai salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran kredit perumahan subsidi di Jawa Tengah. Realisasi itu termasuk skema Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes menyebut, pada periode 1 Januari sampai 1 April 2026, Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat tertinggi nasional dalam penyaluran kredit program perumahan (termasuk FLPP/KUR perumahan) dengan nilai menembus Rp2,3 triliun.

“Brebes kontributor utama dengan mencatatkan realisasi terbesar di Jawa Tengah dengan nilai sebesar Rp131,5 miliar. Brebes jadi penyaluran tertinggi,” kata Kepala Dinperwaskim Brebes, La Ode Vindar Aris Nugroho, Rabu (20/5/2026).

La Ode melanjutkan, setelah Kabupaten Brebes, daerah dengan penyaluran kredit rumah bersubsidi di Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas dengan realisasi Rp117,4 miliar, dan Kabupaten Sragen dengan realisasi Rp115,6 miliar. Ketiga daerah itu sebagai penyumbang terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berkunjung ke Kabupaten Brebes membawa kabar baik bagi masyarakat Jawa Tengah dengan penambahan kuota rumah subsidi.

Dalam agenda kolaborasi pembiayaan perumahan di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Sabtu (9/5/2026), Menteri PKP menyetujui usulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait kenaikan kuota rumah subsidi menjadi 50 ribu unit.

Sebelumnya, kuota rumah subsidi untuk Jawa Tengah berada di angka sekitar 25 ribu unit. Persetujuan kenaikan kuota tersebut dinilai akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama jika berjalan beriringan dengan program bedah rumah yang juga terus diperluas.

Menurutnya, sektor perumahan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara luas. Selain pembangunan rumah subsidi, program renovasi rumah tidak layak huni juga mengalami peningkatan signifikan, khususnya di Kabupaten Brebes.

“Khusus di Kabupaten Brebes, minat masyarakat terhadap program KPP mencapai Rp270,1 miliar dari 348 calon debitur, lebih tinggi dibanding kegiatan serupa sebelumnya di Manado yang berada di angka sekitar Rp206 miliar,” tandas Menteri.